JAKARTA — TAJUK REPORTASE COM – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, (AHY), menawarkan peluang kerja sama yang lebih luas antara Indonesia dan Rusia di bidang transportasi, maritim, pelabuhan, hingga logistik modern.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat menjadi pembicara dalam yang berlangsung di , Jumat (5/6).
Dalam forum ekonomi internasional itu, AHY menegaskan bahwa penguatan konektivitas nasional menjadi salah satu fokus utama pembangunan Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17 ribu pulau, Indonesia membutuhkan sistem transportasi dan logistik yang terintegrasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.
“Konektivitas adalah hal yang menyatukan Indonesia, memperluas peluang, dan memperkuat daya saing kita,” kata AHY.
Ia menjelaskan pemerintah saat ini terus mempercepat pembangunan dan modernisasi infrastruktur transportasi melalui penguatan pelabuhan strategis, integrasi sistem logistik nasional, serta pengembangan jaringan kereta api di berbagai wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
Menurut AHY, agenda pembangunan tersebut membuka peluang kolaborasi yang besar dengan berbagai mitra internasional, termasuk Rusia dan negara-negara anggota .
Kerja sama yang dapat dikembangkan mencakup manufaktur peralatan kereta api dan pelabuhan, transfer teknologi di bidang persinyalan dan logistik digital, hingga pembangunan koridor transportasi dan logistik yang terintegrasi.
AHY menilai Rusia memiliki kapasitas dan pengalaman yang kuat dalam sektor transportasi, logistik, manufaktur, serta rekayasa infrastruktur. Oleh karena itu, hubungan kedua negara dinilai berpotensi berkembang lebih jauh, tidak hanya dalam perdagangan tetapi juga investasi, transfer teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pengembangan industri strategis.
Selain transportasi dan logistik, Indonesia juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas di sektor kemaritiman. Pemerintah terus mendorong modernisasi pelabuhan, penguatan konektivitas antarpulau, pengembangan industri galangan kapal, serta peningkatan efisiensi rantai pasok nasional.
AHY berharap kemitraan Indonesia dan Rusia dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi kedua negara sekaligus memperkuat konektivitas kawasan.
“Tujuan kami adalah menciptakan mobilitas manusia dan logistik yang lebih efisien guna membuka potensi ekonomi baru di seluruh wilayah Nusantara,” ujarnya.
Forum SPIEF 2026 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat hubungan dengan Rusia dan kawasan Eurasia, sekaligus menjajaki peluang kerja sama baru di sektor infrastruktur, transportasi, energi, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan.













