BANDUNG – TAJUK REPORTASE COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menghadiri pembukaan Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (26/7).
Kehadirannya menandai dimulainya turnamen pramusim yang diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberi dampak positif terhadap perekonomian dan pembinaan sepak bola nasional.
Seremoni pembukaan ditandai dengan tendangan bola bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Manajer Persib Umuh Muchtar.
Di hadapan sekitar 23 ribu penonton yang memadati stadion, Tito mengatakan penyelenggaraan Piala Presiden diyakini mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi pertandingan.
“Kita harapkan efek waktu piala dunia kemarin kan hiburan buat rakyat di seluruh Indonesia. Dan ekonomi juga saya yakin akan tumbuh,” kata Tito kepada wartawan sebelum kick off.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan selama turnamen berlangsung.
Selain mendorong ekonomi, Tito menilai Piala Presiden juga memiliki peran strategis dalam pembinaan atlet. Ia berharap kompetisi tersebut dapat menjadi ajang pencarian bakat bagi pemain-pemain muda yang berpotensi memperkuat Tim Nasional Indonesia pada masa mendatang.
“Sambil kita membina atlet kita, supaya ini ajang menjadi pencari bakat, atau calon-calon nanti pemain nasional, supaya kita juga bisa lebih mantap lagi,” ujarnya.
Tito optimistis, jika pembinaan pemain terus dilakukan secara berkelanjutan, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk tampil di ajang Piala Dunia pada masa mendatang.
Sementara itu, Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026 yang juga Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan penyelenggaraan turnamen tahun ini berlangsung lebih semarak dibanding edisi sebelumnya. Salah satunya ditandai dengan kenaikan hadiah juara dari Rp5,5 miliar menjadi Rp6 miliar.
Maruarar juga mengapresiasi penataan area UMKM di sekitar stadion yang dinilai semakin baik sehingga mampu mendukung kenyamanan pengunjung sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi para pedagang.
“Kemudian, saya yakin itu, saya lihat pengelolaan UMKM-nya lebih bagus lagi. Lebih bagus tempat-tempatnya disiapkan. Lebih rame juga,” kata Maruarar.
Sebelum mengikuti seremoni pembukaan, Tito dan Maruarar meninjau sejumlah stan UMKM di kawasan Stadion Si Jalak Harupat. Keduanya juga menyempatkan diri mencicipi makanan yang dijajakan para pelaku usaha.














