Mendag Budi Santoso: SDM Kompeten Jadi Kunci Perdagangan Hadapi Tantangan Global

TAJUKREPORTASE COM – JAKARTA Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten untuk mendukung pembangunan sektor perdagangan nasional di tengah tantangan dan dinamika global.

Menurut Budi, kompetensi aparatur sipil negara (ASN) di bidang perdagangan perlu terus ditingkatkan agar mampu memberikan pelayanan sekaligus memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan perdagangan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Budi saat meluncurkan Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 dan Trade Corporate University Kementerian Perdagangan (Trade CorpU) di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Rabu (2/9).

“Dengan peluncuran cetak biru dan Trade CorpU ini, Kemendag dapat menyelenggarakan pelatihan dan pendidikan perdagangan yang sesuai dengan program serta kebutuhan pemerintah untuk terus meningkatkan sektor perdagangan,” ujar Budi.

Ia menilai kebijakan perdagangan hanya dapat berjalan optimal apabila didukung ASN yang kompeten dan kredibel. Karena itu, pengembangan SDM perdagangan harus dilakukan secara terarah dan berkelanjutan.
“Kita harus memiliki SDM perdagangan yang mampu menjawab tantangan dan kebutuhan,” katanya.

Cetak Biru 20 Tahun
Kemendag menyusun Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 sebagai rencana induk sekaligus peta jalan pengembangan SDM perdagangan dalam jangka panjang.

Cetak biru tersebut diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 serta arah pembangunan nasional untuk mewujudkan SDM perdagangan yang profesional, kompeten, dan memiliki daya saing global.
Pengembangan tersebut dibagi dalam tiga fase selama 20 tahun. Fase pertama berlangsung pada 2026–2035 dengan fokus transformasi fundamental dan penguatan ekosistem.

Fase kedua pada 2036–2040 diarahkan pada akselerasi daya saing dan inovasi nilai tambah. Sementara fase ketiga pada 2041–2045 ditujukan untuk membangun kepemimpinan perdagangan global dan konsolidasi.

Cetak biru itu memuat delapan agenda strategis, yakni kerangka kompetensi perdagangan, arsitektur pembelajaran perdagangan, ekosistem pembelajaran digital, sertifikasi dan kredensial, infrastruktur pembelajaran dan sertifikasi perdagangan yang inklusif, kemitraan dan inovasi, modernisasi organisasi dan Human Capital Excellence, serta pembinaan dan tata kelola SDM aparatur perdagangan.

Trade CorpU Dukung Program Prioritas Kemendag
Budi mengatakan Trade CorpU menjadi salah satu bentuk implementasi cetak biru tersebut. Pengembangan SDM melalui Trade CorpU juga menjadi bagian dari tiga program utama Kemendag, yakni Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal untuk Global.
“Trade CorpU menjadi satu paket dengan program prioritas Kemendag. Persiapan dari hulu ke hilir juga berarti mempersiapkan SDM perdagangan,” ujar Budi.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP) Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono mengatakan Trade CorpU diselenggarakan berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kompetensi melalui Sistem Pembelajaran Terintegrasi di Bidang Perdagangan.

Regulasi tersebut mengatur sistem pembelajaran terintegrasi mulai dari diagnosis kebutuhan hingga penjaminan mutu pembelajaran. Pengembangan kompetensi mencakup aspek teknis, manajerial, dan sosial-kultural.

Trade CorpU juga mendorong pemanfaatan teknologi pembelajaran dan rekognisi pembelajaran lampau (RPL). Sistem tersebut terintegrasi dengan manajemen talenta dan manajemen pengetahuan di Kemendag untuk mendukung pengembangan talenta serta peningkatan kinerja organisasi.

“Keberhasilan Trade CorpU sangat bergantung pada keterlibatan seluruh unit di Kemendag. Pendekatan Trade CorpU bukan one-size-fits-all, tetapi unik sesuai penilaian kebutuhan spesifik (specific needs assessment) setiap unit kerja dengan mengikuti dinamika yang ada,” kata Djatmiko.

Dapat Apresiasi Kementerian PANRB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengapresiasi peluncuran cetak biru dan Trade CorpU.

Menurut Rini, kedua instrumen tersebut menjadi fondasi penting untuk menyiapkan ASN perdagangan yang adaptif dan siap menghadapi perubahan global pada masa depan atau future ready.

“Cetak biru akan memberikan arah pengembangan kompetensi dan kapabilitas SDM yang kita perlukan, sementara Trade CorpU akan mewujudkan hal itu,” ujar Rini.
Dalam peluncuran tersebut, Budi juga memberikan penghargaan Niaga Werdhitama kepada pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan perguruan tinggi yang dinilai mendukung pengembangan SDM perdagangan.

Selain itu, Kemendag menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia. Kemendag diwakili Kepala BPSDMP, sedangkan KADIN Indonesia diwakili Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Juan Permata Adoe.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta Anton Raharja, salah satu penerima penghargaan Niaga Werdhitama, turut mengapresiasi cetak biru tersebut.

“Pengembangan SDM perdagangan menjadi lebih terarah. Kami harap SDM perdagangan memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan perdagangan Indonesia di dalam maupun luar negeri,” ujar Anton.

Peluncuran tersebut turut dihadiri Kepala Badan Kepegawaian Negara Zudan Arif Fakrulloh dan Kepala Lembaga Administrasi Negara Muhammad Taufiq. Hadir pula Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri serta jajaran pimpinan tinggi madya dan pratama Kemendag.

error: Content is protected !!