BNPB Ungkap 38.310 Hektare Lahan Terbakar di Kalbar, 9 Heli Dikerahkan

TAJUKREPORTASE COM – KUBU RAYA — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memimpin rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (7/9).

Rapat tersebut dihadiri Menteri Kehutanan, Gubernur Kalimantan Barat, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Pertemuan membahas percepatan pemadaman sekaligus pengendalian dampak karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Dalam rapat, Suharyanto mengungkapkan total luas lahan yang terbakar di Kalimantan Barat mencapai 38.310 hektare.

“Untuk total luas lahan yang terbakar adalah 38.310 hektare,” ujar Suharyanto.
Ia menjelaskan, jumlah hot spot yang terdeteksi tidak seluruhnya menunjukkan adanya kebakaran. Karena itu, diperlukan pengecekan langsung melalui patroli udara maupun darat untuk memastikan titik panas yang benar-benar menjadi sumber api.

Menurut Suharyanto, dari 166 hot spot yang terdeteksi sehari sebelumnya, hasil pengecekan visual di lapangan menunjukkan hanya 61 titik yang merupakan fire spot.

“Dari 61 fire spot, estimasi sekitar 802 hektare lahan yang terbakar,” katanya.
Dari luasan tersebut, pemadaman melalui operasi darat telah berhasil menangani sekitar 429 hektare. Sementara pemadaman melalui operasi udara mencapai tiga hektare.

Suharyanto mengatakan operasi udara belum berjalan maksimal karena kondisi jarak pandang atau visibility berada di bawah satu kilometer.
BNPB Kerahkan 9 Helikopter Water Bombing
BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus memperkuat operasi pemadaman karhutla di Kalimantan Barat. Satgas yang diterjunkan merupakan gabungan berbagai unsur, baik untuk operasi darat maupun udara.

BNPB juga akan terus memberikan dukungan alutsista sesuai kebutuhan di lapangan.

“Untuk heli dari satgas udara, patroli dua, operasi modifikasi cuaca dua, water bombing ada sembilan,” ujar Suharyanto.
Selain itu, bantuan tiga unit helikopter Chinook dari Pasukan Beladiri Jepang dijadwalkan tiba pada Rabu (9/9) untuk mendukung penanganan karhutla.

OMC Digencarkan untuk Datangkan Hujan
Pemerintah juga akan meningkatkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu proses pemadaman. Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan Barat dalam beberapa hari ke depan.

Suharyanto mengatakan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan adanya potensi pertumbuhan awan hujan pada 5-9 September.

“Kita masih berjuang memadamkan api. Ada informasi dari BMKG tanggal 5 sampai 9 ada bibit pertumbuhan awan hujan. Akan di OMC agar hujan turun cukup deras,” katanya.

Ia berharap operasi modifikasi cuaca dapat membantu menurunkan hujan dengan intensitas yang cukup untuk mendukung pemadaman karhutla.

Suharyanto juga menyebut hujan telah mengguyur sejumlah wilayah, termasuk Kota Pontianak, pada Senin (7/9).
“Kita masih berjuang memadamkan api,” pungkasnya.

error: Content is protected !!