Pembangunan Harus Berpijak pada Sejarah dan Budaya Melayu Sumatera Timur

JAKARTA – TAJUK REPORTASE COM –Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pembangunan nasional tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga harus berpijak pada sejarah, budaya, dan kearifan lokal.

Pernyataan itu disampaikan AHY saat bersilaturahmi dengan para Sultan, akademisi, dan cendekiawan Muslim Sumatera Utara di Medan, Jumat (3/7).
AHY mengatakan delapan Kesultanan yang pernah berdiri di kawasan Sumatera Timur memiliki peran penting dalam menjaga identitas masyarakat Melayu sekaligus menjadi penghubung antara warisan sejarah dengan pembangunan masa depan.

Menurutnya, pembangunan akan lebih berkelanjutan apabila dilakukan dengan tetap menghormati nilai-nilai budaya dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Pembangunan yang berhasil tidak hanya menghadirkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menjaga jati diri masyarakat. Kita tidak boleh kehilangan akar sejarah ketika melangkah menuju masa depan,” kata AHY.

Dalam pertemuan itu, AHY juga merespons aspirasi terkait pengembangan wisata bahari berbasis budaya serta pemberdayaan masyarakat pesisir. Ia menilai kawasan Pantai Timur Sumatera memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu membuka lapangan kerja sekaligus melestarikan budaya Melayu.

Pemerintah, kata AHY, akan terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, melindungi kawasan pesisir, merehabilitasi hutan mangrove, serta mengembangkan destinasi wisata berbasis budaya dan sejarah.

“Kesultanan telah menjaga warisan sejarah selama berabad-abad. Kini tugas kita bersama adalah memastikan warisan tersebut dapat menjadi kekuatan untuk membangun masa depan yang lebih sejahtera bagi masyarakat Sumatera Utara,” ujarnya.

Silaturahmi tersebut dihadiri para Sultan dan tokoh adat dari delapan Kesultanan Sumatera Timur, yakni Kesultanan Kualuh Leidong, Serdang, Bilah, Deli, Panai, Kota Pinang, Langkat, dan Asahan.

Turut hadir Pemangku Agung H. Syarifuddin Siba, tokoh masyarakat Melayu Sumatera Utara Irwansyah Lubis, serta sejumlah akademisi dan cendekiawan Muslim Sumatera Utara.

error: Content is protected !!