Airlangga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,5 Persen, Ketahanan Makin Kuat

TAJUKREPORTASE – COM – JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut ketahanan ekonomi Indonesia terus menguat di tengah perubahan dan ketidakpastian ekonomi global. Penguatan tersebut ditopang pertumbuhan ekonomi, investasi, hilirisasi, serta kekuatan pasar domestik.

Airlangga mengatakan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tumbuh sekitar 5,5 persen. Sementara itu, inflasi tercatat tetap terkendali sebesar 2,88 persen.

“Pada semester pertama tahun ini, Indonesia tumbuh sebesar 5,5 persen, dan inflasi kita juga tetap rendah, yakni 2,88 persen. Dan menurut saya, ketahanan tersebut terus meningkat di tengah pergeseran ekonomi global,” ujar Airlangga saat menyampaikan keynote speech dalam SBM ITB x University of Glasgow Industrial Summit & International Conference on Management in Emerging Markets (ICMEM) 2026 di Jakarta, Sabtu (22/8).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi turut ditopang permintaan domestik dan investasi yang terus bergerak. Investasi pada semester I 2026 tumbuh sekitar 7,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Pemerintah, lanjut Airlangga, juga terus memperkuat sektor manufaktur dan rantai pasok nasional sekaligus menjaga daya beli masyarakat untuk mempertahankan momentum pertumbuhan.

Hilirisasi Jadi Penopang
Airlangga menilai hilirisasi sumber daya alam menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Pengembangan industri pengolahan di dalam negeri dinilai mampu meningkatkan nilai tambah ekspor sekaligus memperdalam struktur industri melalui pengembangan berbagai produk turunan, termasuk baterai dan kendaraan listrik.
“Upaya industrialisasi kita juga tidak terpisah dari jutaan usaha kecil yang kita miliki. Kita memiliki sekitar 25 juta usaha mikro dan kecil yang terintegrasi dalam ekosistem digital,” katanya.

Selain itu, pemerintah terus memperkuat pembiayaan bagi pelaku usaha melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Airlangga menyebut program tersebut telah mencakup sekitar 4,6 juta debitur, dengan sekitar 60 persen penyalurannya diarahkan untuk kegiatan produktif.

Dorong Ekonomi Digital
Pemerintah juga memperluas pasar ekspor melalui kerja sama perdagangan sekaligus memperkuat kemitraan teknologi dan ekonomi digital.

Transformasi industri, kata Airlangga, semakin dipengaruhi perkembangan teknologi seperti kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), big data, komputasi awan, dan Internet of Things (IoT).

Karena itu, pengembangan kapasitas pusat data (data center) dan infrastruktur digital menjadi bagian penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan meningkatkan produktivitas industri.

Sejumlah agenda transformasi ekonomi juga disiapkan pemerintah, mulai dari penguatan arsitektur ekonomi melalui Indonesia Commodity Exchange, transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pengembangan international financial center, hingga pengembangan energi surya dengan kapasitas mencapai 100 gigawatt.

Pemerintah juga mendorong pengembangan talenta dan ekonomi digital sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya saing Indonesia.

Pasar Domestik Jadi Modal
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan kekuatan pasar domestik menjadi salah satu modal penting dalam memperkuat industri nasional.

Menurut Haryo, konsumsi domestik yang berada di kisaran 54-55 persen dari perekonomian Indonesia memberikan basis permintaan yang besar bagi industri dalam negeri.

“Ketahanan ekonomi Indonesia juga ditopang oleh kekuatan pasar domestik yang memberikan basis permintaan bagi industri nasional,” ujar Haryo.

Ia mengatakan kondisi tersebut membuka ruang bagi Indonesia untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas rantai pasok, dan meningkatkan nilai tambah industri di dalam negeri.

“Hal ini penting agar kekuatan pasar domestik tidak hanya menjadi penopang pertumbuhan, tetapi juga mendorong penguatan struktur industri nasional,” pungkasnya.

error: Content is protected !!