Panen Raya Udang Vaname Nusakambangan Tembus Pasar AS, Bukti Pembinaan Warga Binaan Dukung Ketahanan Pangan

CILACAP TAJUK REPORTASE COM – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto bersama Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman memimpin panen raya udang vaname di kawasan Bantar Panjang, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Selasa (28/7/2026). Keberhasilan panen tersebut menjadi bukti nyata kontribusi program pembinaan kemandirian warga binaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus membuka akses ke pasar ekspor.

Udang vaname hasil budidaya di Nusakambangan memiliki kualitas premium dan telah memenuhi standar mutu internasional, sehingga berhasil masuk dalam rantai pasok ekspor menuju Amerika Serikat. Capaian ini menunjukkan bahwa program pembinaan di lembaga pemasyarakatan mampu menghasilkan produk berdaya saing global.

Kepala KSP Dudung Abdurachman mengapresiasi pengelolaan tambak yang dinilai berjalan optimal dan terstruktur. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras warga binaan yang mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan.

“Hari ini kita panen udang hasil kerja Warga Binaan. Ini satu kolam bisa menghasilkan 12 ton, dan ini ada 20 kolam. Luar biasa, dan ini bisa diekspor ke luar negeri,” ujar Dudung.

Selain memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok udang vaname dunia, program tersebut juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga binaan. Mereka yang terlibat dalam budidaya memperoleh premi sebesar Rp25 ribu per hari yang dibayarkan setiap pekan.

“Saya gunakan untuk membeli kebutuhan di sini, kalau lebihnya saya kirim ke keluarga melalui lapas,” ujar RH (32), salah seorang warga binaan yang terlibat dalam program tersebut.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan budidaya udang vaname merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi antara kementerian, lembaga, dan berbagai pemangku kepentingan.

Ia juga mengajak seluruh jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang belum produktif di lapas dan rutan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

“Mudah-mudahan optimalisasi kita di seluruh lapas dan rutan dalam menjalankan pelayanan kepada warga binaan serta memanfaatkan lahan-lahan idle dapat memberikan kontribusi, walaupun kecil, bagi pertumbuhan ekonomi,” kata Agus.

Keberhasilan ekspor udang vaname dari Nusakambangan menjadi simbol bahwa pembinaan warga binaan tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter dan keterampilan, tetapi juga mampu menghasilkan produk unggulan yang berdaya saing internasional serta mendukung ketahanan pangan nasional.

error: Content is protected !!