Kemendag Gandeng Metro Department Store, 11 UMKM Fesyen Lokal Resmi Tembus Ritel Modern

CIBUBUR – TAJUK REPORTASE COM — Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkuat langkah pengamanan pasar dalam negeri dengan memperluas akses produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke jaringan ritel modern. Sebanyak 11 UMKM fesyen binaan Kemendag resmi menjalin kontrak dagang dengan Metro Department Store setelah lolos proses kurasi yang ketat.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan kemitraan tersebut menjadi bukti bahwa produk fesyen lokal semakin mampu bersaing dengan produk impor, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk menguasai pasar domestik.

“Pasar dalam negeri yang besar harus diisi oleh produk-produk lokal. Kita tidak anti terhadap produk asing, tetapi ingin produk lokal dapat berdampingan dan bersaing secara sehat,” ujar Budi saat menyaksikan penandatanganan kerja sama di Trans Studio Mall Cibubur, Jawa Barat, Jumat (10/7).

Kerja sama diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kemendag dan Metro Department Store, yang kemudian ditindaklanjuti melalui kontrak dagang dengan 11 jenama fesyen lokal.

Adapun merek yang berhasil menjadi mitra pemasok Metro Department Store meliputi Bhumitala, Bersama Teman Hidup, Cya Wardrobe, Karimake, Dots Indonesia, HRG All, Lavanya, Cylvies, Jemma Modest, Yusuf.ind, dan Bendera.co.

Menurut Budi, seluruh UMKM tersebut merupakan hasil seleksi dari 81 pelaku usaha binaan Kemendag yang mengikuti proses kurasi bersama Metro Department Store.

Ia menegaskan kualitas menjadi syarat utama agar produk UMKM mampu masuk ke jaringan ritel modern. Karena itu, pelaku usaha diminta terus menjaga mutu agar dapat mempertahankan kepercayaan konsumen.

Metro Department Store dinilai menjadi mitra strategis dalam memperluas distribusi produk lokal, terutama di sektor fesyen, alas kaki, dan aksesori. Saat ini jaringan ritel tersebut memiliki 14 gerai di berbagai kota di Indonesia dengan rata-rata kunjungan mencapai 2,54 juta pelanggan setiap tahun.
Kemendag mencatat sekitar 60 persen produk yang dipasarkan Metro Department Store saat ini berasal dari produk lokal Indonesia.

Selain kemitraan dengan Metro, Kemendag juga terus memperluas akses pasar bagi UMKM melalui berbagai program seperti pameran dagang, business matching, Mall to Mall Expo, Pangan Nusa Expo, UMKM Goes to Ritel Modern, Program Teras Indonesia bersama IKEA, hingga kemitraan dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Sepanjang 2025 hingga 2026, sebanyak 1.477 UMKM telah difasilitasi Kemendag untuk memperluas pemasaran produk di pasar domestik melalui berbagai program tersebut.

Pemerintah juga terus mendorong peningkatan konsumsi produk dalam negeri melalui Program Belanja di Indonesia Aja (BINA). Program itu menggandeng ritel modern untuk menghadirkan berbagai promo dan potongan harga pada momentum tertentu, seperti libur sekolah, peringatan Hari Kemerdekaan RI, dan musim liburan lainnya.

Sementara itu, Presiden Komisaris Metro Department Store, Anita Ratnasari Tanjung, menyambut baik kolaborasi dengan Kemendag. Menurutnya, seluruh produk UMKM yang dipasarkan di Metro telah memenuhi standar kualitas, kreativitas, dan inovasi setelah melalui proses kurasi.

Di sisi lain, pendiri Bhumitala, Sekar Hapsari, mengaku kemitraan tersebut menjadi peluang besar bagi jenama fesyen lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas melalui jaringan ritel modern.

error: Content is protected !!