Pemerintah Siapkan Bantuan Beras hingga Desember, Waspadai Dampak El Nino dan Erupsi

TAJUKREPORTASE – COM – JAKARTA – Pemerintah memperkuat kesiapan menghadapi potensi El Nino sekaligus memitigasi dampak erupsi gunung berapi terhadap masyarakat dan aktivitas ekonomi di sejumlah daerah terdampak.

Langkah tersebut dilakukan melalui keberlanjutan program bantuan pangan, termasuk bantuan beras, serta pemantauan terhadap dampak bencana terhadap aktivitas masyarakat dan sektor logistik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kesiapan menghadapi El Nino dan program bantuan pangan menjadi salah satu pembahasan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Selasa (8/9).

“Tadi kita bahas terkait dengan kesiapan untuk menghadapi El Nino dan antara lain juga terkait dengan program-program bantuan yang disiapkan untuk tahun ini,” ujar Airlangga dalam keterangan pers seusai rapat.

Airlangga mengatakan bantuan pangan berupa beras yang telah disalurkan hingga September akan dilanjutkan selama tiga bulan berikutnya, yakni Oktober, November, dan Desember, sesuai arahan Presiden Prabowo.

“Termasuk bantuan beras yang sampai dengan bulan September itu 30 kg dan arahan Bapak Presiden itu untuk dilanjutkan di bulan selanjutnya yaitu Oktober, November, dan Desember,” jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah terus memantau dampak erupsi sejumlah gunung berapi terhadap kondisi perekonomian di daerah terdampak. Pemantauan dilakukan untuk mengidentifikasi sektor dan aktivitas yang mengalami gangguan.

Airlangga mengatakan daerah yang terdampak bencana berpotensi mengalami kontraksi aktivitas ekonomi. Pemerintah masih memetakan program dan sektor yang terdampak di berbagai provinsi.

“Ya pertama tentu di daerah yang terdampak pasti terjadi kontraksi, dan kami masih monitor program-program apa yang terkena di berbagai provinsi tersebut,” ujarnya.

Pemerintah juga mencermati dampak erupsi terhadap mobilitas masyarakat. Menurut Airlangga, aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah terdampak mengalami penurunan akibat letusan beberapa gunung berapi.

“Sekarang juga kami sedang monitor akibat daripada letusan 5-6 gunung di Indonesia ini. Terutama untuk aktivitas masyarakat yang sangat berkurang,” katanya.
Selain aktivitas masyarakat, gangguan juga terjadi pada sektor logistik, khususnya transportasi udara. Airlangga mengatakan gangguan penerbangan turut berpengaruh terhadap distribusi kargo.

“Logistik sudah pasti di sektor penerbangan sudah terjadi gangguan. Karena sektor penerbangan juga ada kaitannya dengan kargo,” ungkapnya.

Pemerintah masih memantau perkembangan gangguan tersebut, termasuk memperkirakan durasi penutupan maupun pembatasan operasional penerbangan di wilayah terdampak erupsi.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan pemerintah terus mencermati kondisi di daerah terdampak untuk memastikan respons yang diberikan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat dan keberlangsungan aktivitas ekonomi.

“Pemerintah terus memastikan bahwa dampak bencana terhadap masyarakat dan aktivitas ekonomi dapat dipantau secara menyeluruh. Langkah tersebut penting agar penanganan di lapangan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi dan distribusi kebutuhan masyarakat,” ujar Haryo.

Pemerintah berharap langkah tersebut dapat menjaga keseimbangan antara penanganan dampak bencana, perlindungan masyarakat, serta keberlangsungan aktivitas ekonomi dan distribusi kebutuhan pokok di berbagai daerah.

error: Content is protected !!