TAJUKREPORTASE – COM – JAKARTA – Pemerintah terus mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penguatan SDM menjadi salah satu perhatian utama pemerintah seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap berada di atas 5 persen.
“Indonesia tumbuh sebetulnya dalam semester satu di 5,45 persen dan itu tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Indonesia juga berhasil me-maintain pertumbuhan di atas 5 persen dalam 13 tahun terakhir, dan kemudian kita berhasil menjaga inflasi juga rendah relatif 2,8 persen. Nah kemudian Bapak Presiden mendorong penguatan SDM,” ujar Airlangga dalam acara Penyerahan Sertifikat kepada Dewan Penyantun Pendidikan (DPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES), di Jakarta, Senin (31/8).
Menurut Airlangga, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan tenaga kerja yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi sekaligus memenuhi kebutuhan industri.
Salah satu bentuk dukungan terhadap penguatan SDM diwujudkan melalui keberadaan DPP UNNES. DPP UNNES merupakan wadah kolaborasi yang menghimpun 14 tokoh nasional dan pengusaha untuk mendukung pendanaan pendidikan bagi mahasiswa.
Para anggota DPP UNNES memiliki komitmen untuk berkontribusi dalam memajukan pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya dalam mendukung mahasiswa UNNES agar memperoleh akses dan kesempatan pendidikan yang lebih baik.
Airlangga mengatakan penguatan SDM semakin penting seiring perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) yang diproyeksikan mengubah berbagai sektor.
Indonesia, kata dia, juga mengambil bagian dalam pembentukan tata kelola AI global dengan menjadi salah satu founding member World AI Cooperation Agreement (WAICO), yang diinisiasi China dan melibatkan sekitar 29 negara.
“Dan AI ini adalah salah satu revolusi industri ke depan. Sesudah industri 4.0 dia lari ke AI dan AI aplikasinya sangat luar biasa di berbagai sektor. Jadi ini beberapa game changer yang ada ke depan,” jelas Airlangga.
Selain AI, pemerintah juga mulai memperkuat kapasitas SDM untuk mendukung pengembangan ekosistem semikonduktor nasional melalui kerja sama dengan Arm Limited, perusahaan yang bergerak di bidang desain semikonduktor.
Indonesia menjadi mitra Arm dalam tahap ketiga pengembangan ekosistem tersebut setelah sebelumnya perusahaan tersebut bekerja sama dengan Korea Selatan dan Malaysia.
Airlangga mengatakan kerja sama tersebut juga mencakup program pendidikan dan pelatihan bagi 15 ribu peserta yang diproyeksikan dapat masuk ke dalam ekosistem semikonduktor.
“Yang kedua, kita melakukan pendidikan untuk 15 ribu (peserta), mereka yang akan dilatih untuk bisa masuk dalam ekosistem Arm daripada semikonduktor. Nah itu target yang akan dilakukan bersama dengan Arm di dalam ekosistem,” ujarnya.
Kampus Didorong Dekat dengan Industri
Airlangga menilai keberadaan UNNES yang berada di sekitar kawasan strategis, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dan KEK Batang, menjadi peluang untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri.
Menurutnya, keterhubungan tersebut penting agar pendidikan tinggi dapat menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Pemerintah juga terus memperluas program peningkatan kompetensi dan pengalaman kerja bagi generasi muda. Tahun ini, pemerintah mendorong program pemagangan bagi 120 ribu hingga 150 ribu fresh graduate untuk bekerja di industri selama enam bulan.
Program tersebut mendapat dukungan pembayaran upah dari pemerintah dengan anggaran yang disiapkan mencapai Rp4,14 triliun.
Selain itu, pemerintah menyiapkan program vokasi bagi 220 ribu lulusan SMK agar dapat terserap ke industri. Program tersebut dialokasikan anggaran sebesar Rp2,12 triliun.
Pemerintah juga menyediakan program retraining bagi masyarakat yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi agar peserta dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di dalam negeri maupun membuka peluang bekerja di luar negeri.
Airlangga berharap keberadaan DPP UNNES dapat semakin memperluas dukungan terhadap sivitas akademika dan mendorong UNNES menjadi perguruan tinggi yang memiliki reputasi dunia.
“Jadi selanjutnya saya tentu berharap dengan kegiatan yang dilakukan oleh Dewan Penyantun, lebih banyak sivitas UNNES yang dapat terus mendapatkan support, dan semoga UNNES tetap menjadi universitas yang ternama dan bisa bereputasi dunia, dan selamat atas kepeloporannya untuk kecemerlangan pendidikan yang berwawasan konservasi,” pungkas Airlangga.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan penguatan SDM perlu terus diselaraskan dengan arah perkembangan ekonomi dan kebutuhan dunia kerja.
Menurut Haryo, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha menjadi faktor penting untuk memastikan peningkatan kapasitas SDM berjalan seiring dengan transformasi industri.
“Penguatan SDM harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memperkuat keterhubungan antara pendidikan dan dunia industri. Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam membekali mahasiswa dengan pengetahuan, tetapi juga perlu memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang. Karena itu, kolaborasi dengan dunia usaha menjadi bagian penting untuk menciptakan SDM yang adaptif dan siap menghadapi perubahan,” ujar Haryo.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor UNNES Prof. Dr. S. Martono, Ketua Senat Akademik Universitas UNNES Dr. Ir. Sucipto, Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Umum, SDM dan Keuangan UNNES Prof. Heri Yanto, Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi dan Sistem Informasi UNNES Prof. Dr. Ngabiyanto, Direktur Sekolah Pascasarjana UNNES Prof. Dr. Fathur Rokhman, Ketua DPP UNNES Gunawan Tjokro, serta para pejabat dan anggota DPP UNNES














