Kemnaker Dorong Peserta Magang di Jepang Tak Cuma Kejar Penghasilan

TAJUKREPORTASE – COM -KASUKABE — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menekankan kesempatan belajar dan bekerja di Jepang tidak semata-mata untuk memperoleh penghasilan. Peserta juga didorong memanfaatkan pengalaman tersebut untuk meningkatkan keterampilan dan memahami budaya kerja profesional.

Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi mengatakan pengalaman selama berada di Jepang dapat menjadi bekal penting bagi peserta ketika kembali ke Indonesia.
Menurutnya, peserta perlu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempelajari keterampilan teknis, teknologi, disiplin, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga budaya kerja profesional.

“Kesempatan berada di Jepang ini tidak hanya dilihat untuk memperoleh penghasilan, tetapi juga belajar mengenai keterampilan teknis, teknologi, disiplin, keselamatan dan kesehatan kerja, budaya dan cara kerja secara profesional,” kata Cris saat berdialog dengan peserta Indonesia di IM Japan Training Center, Kasukabe, Jepang, Minggu (30/8/2026).

“Karena pada akhirnya, keterampilan dan pengalaman yang kalian peroleh adalah aset yang akan kalian bawa sepanjang hidup,” imbuhnya.

Cris mengatakan keterampilan dan pengalaman yang diperoleh peserta selama berada di Jepang dapat menjadi modal untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha setelah kembali ke Indonesia.

Kerja sama Indonesia dengan IM Japan sendiri telah berlangsung sejak 1992. Kerja sama tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengiriman peserta magang Indonesia pertama ke Jepang pada 1993.
Selama lebih dari tiga dekade, kerja sama tersebut telah membuka kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk belajar sekaligus memperoleh pengalaman kerja di Jepang.

Hadapi Perubahan Sistem Ketenagakerjaan Jepang
Cris mengatakan kerja sama Indonesia dan Jepang juga terus berkembang mengikuti perubahan sistem ketenagakerjaan di Negeri Sakura.

Pemerintah Jepang saat ini tengah mempersiapkan perubahan kebijakan dari Technical Intern Training Program (TITP) menuju Ikusei Shurou atau Employment for Skill Development Program (ESDP).

“Kalian adalah generasi yang akan menjadi bagian dari perubahan tersebut,” tutur Cris.
Karena itu, ia berpesan agar peserta tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis. Kemampuan bahasa Jepang, komunikasi, kedisiplinan, kepemimpinan, dan kerja sama tim juga perlu terus ditingkatkan.
Cris juga meminta peserta menjaga kesehatan, saling membantu, serta menjaga nama baik Indonesia selama mengikuti program di Jepang.

Ia berharap peserta dapat kembali ke Indonesia dengan membawa lebih dari sekadar tabungan. Menurutnya, pengalaman bekerja di Jepang harus menghasilkan keterampilan, pengalaman, kedisiplinan, dan kepercayaan diri yang dapat digunakan untuk membangun masa depan sekaligus berkontribusi bagi Indonesia.

error: Content is protected !!