JAKARTA – TAJUK REPORTASE COM –Pemerintah menurunkan suku bunga pinjaman Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekar) milik PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi 8 persen dari sebelumnya berkisar 18-25 persen.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan kebijakan tersebut ditetapkan dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Kredit Program Semester I Tahun 2026 yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
“Telah diputuskan bahwa suku bunga pinjaman PNM Mekar yang sebelumnya berada pada kisaran 18 hingga 25 persen diturunkan menjadi 8 persen,” kata Maman di Jakarta, Selasa (23/6).
Menurutnya, kebijakan itu merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya perempuan pelaku usaha ultramikro yang menjadi mayoritas nasabah PNM Mekar.
Maman menjelaskan selama lebih dari satu dekade jutaan nasabah program tersebut masih menanggung biaya pinjaman yang relatif tinggi. Dengan penurunan bunga, pemerintah berharap pelaku usaha memiliki ruang yang lebih besar untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Ia mengatakan tingginya biaya pinjaman selama ini dipengaruhi model pendampingan intensif yang dijalankan PNM. Selain menyalurkan pembiayaan, perusahaan juga melakukan pembinaan, pendampingan, serta pemantauan usaha melalui account officer dan account advisor.
Untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah akan memberikan subsidi sekitar 10 persen sehingga bunga pinjaman dapat ditekan menjadi 8 persen.
“Keputusan ini sudah ditetapkan dan segera ditindaklanjuti. Saat ini payung hukumnya sedang dipersiapkan,” ujarnya.
Selain menurunkan bunga pinjaman, pemerintah juga akan mengintegrasikan data penerima pembiayaan PNM Mekar ke dalam platform SAPA UMKM. Langkah itu dilakukan untuk menghubungkan berbagai layanan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan dalam satu sistem terpadu.
Melalui integrasi tersebut, pelaku UMKM diharapkan memperoleh akses yang lebih mudah terhadap pembiayaan, pelatihan, pendampingan, serta berbagai program pemberdayaan usaha lainnya.















