Cynthia Chaerunnisa Pendiri Kopi Kenangan, F&B terbesar di Asia Tenggara

Jakarta, Cynthia Chaerunnisa merupakan salah satu pengusaha perempuan sukses di Indonesia yang dikenal sebagai pendiri Kopi Kenangan. 

Bersama Edward Tirtanata dan James Prananto, Cynthia berhasil membangun brand kopi lokal yang berkembang menjadi salah satu unicorn F&B terbesar di Asia Tenggara.

Kesuksesan Cynthia di dunia bisnis tidak datang secara instan. Sebelum membangun Kopi Kenangan, ia telah memiliki pengalaman panjang di bidang marketing, branding, hingga startup digital.

Cynthia Chaerunnisa memulai perjalanan pendidikannya di Curtin University dengan mengambil jurusan BA Mass Communication pada tahun 2006 hingga 2011. 

Selama masa kuliah, Cynthia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kampus, termasuk menjadi Student Ambassador Indonesia dan bergabung dalam komunitas Merah Putih Club.

Setelah menyelesaikan pendidikan, Cynthia Chaerunnisa mulai membangun karier profesional di bidang retail dan marketing. 

Pada tahun 2011, ia bekerja di PT Mitra Adiperkasa Tbk sebagai Retail Marketing Assistant.

Karier Cynthia kemudian berlanjut di ISMAYA GROUP sebagai Marketing & Promotions Pizza e Birra pada tahun 2012.

Masih di tahun yang sama, Cynthia Chaerunnisa juga sempat bergabung dengan Rocket Internet GmbH sebagai PR & Marketing Executive untuk foodpanda Indonesia. 

Pada akhir 2012, Cynthia mulai membangun bisnis sendiri dengan mendirikan Lolabox. Startup tersebut mengusung konsep beauty subscription box yang saat itu masih tergolong baru di Indonesia.

Melalui Lolabox, pelanggan dapat memperoleh berbagai sampel produk kecantikan dan skincare setiap bulan melalui sistem berlangganan. 

Bisnis ini cukup menarik perhatian publik hingga sempat dibahas oleh media internasional, seperti TechCrunch dan Forbes Indonesia.

Berkat pengalaman di bidang startup dan digital marketing, Cynthia Chaerunnisa kemudian dipercaya menjadi Head of Marketing Indonesia di Sephora pada tahun 2014.

Setelah itu, Cynthia melanjutkan karier sebagai Marketing Manager di Uber Indonesia pada periode 2015 hingga 2018. 

Ia ikut terlibat dalam strategi pertumbuhan brand Uber di tengah pesatnya perkembangan layanan transportasi online di Indonesia.

Pada tahun 2018, Cynthia juga bergabung dengan Shopee sebagai Manager Marketing.

Setelah memiliki pengalaman panjang di bidang marketing dan startup, Cynthia Chaerunnisa bersama Edward Tirtanata dan James Prananto mendirikan Kopi Kenangan pada tahun 2017.

Ide bisnis Kopi Kenangan muncul dari keinginan untuk menghadirkan kopi berkualitas premium dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan jaringan kopi internasional. 

Mereka melihat adanya peluang besar di pasar kopi Indonesia, khususnya bagi masyarakat urban yang membutuhkan minuman praktis namun tetap berkualitas.

Kopi Kenangan hadir dengan konsep grab-and-go yang memungkinkan pelanggan membeli kopi dengan cepat tanpa perlu duduk lama di kafe.

Namun, perjalanan awal Kopi Kenangan tidak langsung berjalan besar. 

Cynthia Chaerunnisa dan tim membutuhkan waktu hampir enam bulan sebelum akhirnya berhasil membuka gerai pertama di Menara Standard Chartered, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Agustus 2017.

Gerai pertama mereka terbilang sederhana karena hanya memiliki luas sekitar 12 meter persegi dan berada di bawah elevator gedung. 

Modal awal bisnis tersebut juga relatif kecil, yakni sekitar Rp150 juta.

Meski begitu, strategi pemasaran yang diterapkan terbukti sangat efektif. Pada hari pertama pembukaan, mereka mengadakan promo Buy 1 Get 1 dan berhasil menjual sekitar 700 gelas kopi dalam sehari.

Kesuksesan tersebut membuat gerai pertama Kopi Kenangan disebut mampu balik modal hanya dalam waktu sekitar tiga bulan. 

Setelah itu, Cynthia Chaerunnisa bersama tim mulai melakukan ekspansi ke berbagai wilayah di Indonesia.

Sebagai sosok yang memiliki latar belakang marketing kuat, Cynthia berperan penting dalam membangun branding Kopi Kenangan. 

Ia membantu menciptakan identitas brand yang modern, dekat dengan anak muda, serta aktif memanfaatkan media digital dan teknologi aplikasi online.

Kopi Kenangan juga dikenal menggunakan biji kopi lokal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Gayo, Toraja, dan Jawa. 

Dalam waktu relatif singkat, Kopi Kenangan berkembang menjadi salah satu brand kopi lokal dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. 

Keberhasilan tersebut turut didukung oleh penggunaan aplikasi digital yang memudahkan pelanggan melakukan pemesanan online.

Saat pandemi COVID-19 melanda, bisnis Kopi Kenangan sempat menghadapi tantangan besar karena banyak gerainya berada di area perkantoran dan pusat perbelanjaan yang mengalami penurunan pengunjung akibat PPKM.

Namun, Cynthia Chaerunnisa bersama tim bergerak cepat dengan memperkuat layanan delivery dan pemesanan online melalui aplikasi Kopi Kenangan. 

Mereka juga mengubah strategi ekspansi dari kawasan Central Business District (CBD) menuju area residensial.

Strategi tersebut terbukti berhasil karena Kopi Kenangan tetap mampu bertumbuh pesat selama pandemi. 

Bahkan, pada akhir 2020 jumlah gerainya meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Puncaknya, pada tahun 2021, Kopi Kenangan resmi menyandang status New Retail F&B Unicorn pertama di Asia Tenggara setelah memperoleh pendanaan Seri C sebesar US$96 juta atau sekitar Rp1,6 triliun.

Seiring berkembangnya bisnis, Cynthia Chaerunnisa kini juga turut mengembangkan berbagai brand lain di bawah naungan Kenangan Brands, seperti Cerita Roti, Chigo, Kenangan Heritage, dan Kenangan Manis.

Tidak hanya berkembang di Indonesia, Kopi Kenangan juga mulai melakukan ekspansi internasional dengan membuka puluhan gerai di Malaysia dan Singapura.