TAJUKREPORTASE.COM – PURWAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama PT Indo-Rama Synthetics Tbk memperkuat lima Tenaga Kerja Mandiri (TKM) di Purwakarta, Jawa Barat, melalui dukungan modal usaha dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) perusahaan.
Dukungan tersebut diberikan kepada tiga TKM lanjutan dan dua TKM pemula. Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat keberlanjutan usaha, meningkatkan kapasitas kewirausahaan masyarakat, sekaligus mendorong terciptanya lapangan kerja baru.
Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker Sugeng Heri Suseno mengatakan, keberlanjutan kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kewirausahaan masyarakat.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada PT Indo-Rama Synthetics Tbk yang pada tahun ini kembali melanjutkan kemitraan strategis dengan Kemnaker melalui dukungan modal usaha bagi TKM,” kata Sugeng dalam kegiatan di Purwakarta, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, bantuan tersebut diberikan setelah melalui proses seleksi sehingga terpilih lima TKM yang dinilai mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Sugeng mengatakan, modal usaha dapat dimanfaatkan penerima untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperbarui peralatan, memperluas akses pasar, termasuk melalui platform digital, serta mengembangkan usaha sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Ia menjelaskan, dukungan bagi TKM lanjutan dan pemula memiliki fokus yang berbeda. Bagi TKM lanjutan, modal usaha diharapkan dapat digunakan untuk memperkuat dan memperluas usaha yang sudah berjalan.
Sementara bagi TKM pemula, bantuan tersebut diharapkan menjadi pijakan awal dalam membangun usaha sekaligus mengembangkannya secara berkelanjutan.
“Inilah esensi Program Tenaga Kerja Mandiri, yaitu mengubah pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja,” ujarnya.
Ciptakan Lapangan Kerja
Sugeng menuturkan kemitraan Kemnaker dengan PT Indo-Rama Synthetics Tbk telah menunjukkan hasil positif. Pada tahun sebelumnya, tiga TKM penerima bantuan modal tercatat mampu menciptakan tenaga kerja baru.
Selain membuka kesempatan kerja, pengembangan usaha TKM juga dinilai dapat menciptakan peluang ekonomi bagi mitra usaha dan pemasok yang terlibat dalam rantai bisnis.
Menurut Sugeng, capaian tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dapat menjadi salah satu cara memperkuat sektor usaha masyarakat sekaligus membantu mengurangi pengangguran melalui pendekatan kewirausahaan berbasis komunitas.
Ia pun meminta para penerima bantuan menggunakan modal usaha secara optimal dan menyesuaikannya dengan kebutuhan serta tahap perkembangan masing-masing usaha.
“Manfaatkan dukungan ini sebaik-baiknya untuk memperkuat dan mengembangkan usaha. Harapannya, usaha yang dijalankan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lainnya,” kata Sugeng.















