TAJUKREPORTASE.COM – CIKARANG– Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong Asosiasi Pengusaha Pengelasan Indonesia (APPI) menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat industri nasional, memperluas pasar produk dalam negeri, dan menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan penguatan UMKM tidak cukup hanya dilakukan melalui perluasan akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas produksi. Menurutnya, pemerintah juga perlu memastikan produk yang dihasilkan pelaku usaha memiliki akses pasar yang luas.
“Selama ini kita bicara UMKM seolah-olah masalahnya hanya modal. Padahal setelah modal diberikan dan kapasitas produksinya ditingkatkan, pertanyaannya adalah produknya mau dijual ke mana?” kata Maman saat menghadiri Deklarasi Nasional APPI di Cikarang, Jawa Barat, Senin (10/8).
Maman menilai keberlanjutan usaha sangat bergantung pada kemampuan pengusaha mengakses pasar. Karena itu, peningkatan kapasitas produksi harus berjalan beriringan dengan penciptaan ekosistem pasar yang memberikan ruang lebih besar bagi produk buatan dalam negeri.
Ia mengatakan pemerintah terus mendorong penataan pasar domestik, termasuk mengendalikan masuknya barang impor yang tidak diperlukan serta memperkuat kemampuan produksi nasional.
Menurutnya, impor tetap dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan barang yang belum dapat diproduksi di dalam negeri. Namun, ketergantungan terhadap produk impor perlu dikurangi ketika kebutuhan tersebut sudah mampu dipenuhi pengusaha dan industri nasional.
“Kalau barang itu sudah bisa dibuat oleh pengusaha kita sendiri, kenapa harus kita datangkan dari luar?” ujarnya.
Maman mengatakan keberpihakan terhadap produk dalam negeri dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian. Peningkatan permintaan terhadap produk nasional dinilai dapat mendorong pengusaha meningkatkan produksi, memperluas usaha, sekaligus membuka lapangan kerja.
Ia pun menilai keberadaan asosiasi seperti APPI penting untuk menjembatani kebutuhan pengusaha dengan arah kebijakan pemerintah. Asosiasi dapat menjadi ruang konsolidasi untuk meningkatkan kapasitas, kualitas, standardisasi, hingga memperluas akses pasar anggota.
“Pemerintah membutuhkan dukungan dan masukan dari asosiasi serta dunia usaha agar kebijakan yang dijalankan semakin sesuai dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi pengusaha di lapangan,” kata Maman.
Kolaborasi pemerintah, asosiasi, dan dunia usaha diharapkan dapat memperkuat rantai ekonomi dari tingkat lokal hingga nasional. Pertumbuhan industri juga diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi memberikan manfaat berupa penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum APPI Budi Hadi Winata mengatakan pihaknya mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat industri dalam negeri, termasuk melalui pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Sekolah Rakyat.
“Kami mendukung program pemerintah, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Sekolah Rakyat. Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga dapat menggerakkan perputaran ekonomi dan membuka peluang usaha bagi pengusaha lokal,” kata Budi.
Menurut Budi, pembangunan dan aktivitas ekonomi di daerah dapat menciptakan permintaan terhadap produk dan jasa yang mampu dikerjakan pengusaha lokal, termasuk pelaku usaha di bidang pengelasan.
Namun, peluang tersebut perlu diikuti peningkatan kualitas, kapasitas, dan daya saing agar pengusaha dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan pasar.
APPI menyatakan siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kapasitas pengusaha pengelasan, serta mendorong penggunaan produk dalam negeri guna mengurangi ketergantungan terhadap impor, khususnya terhadap produk yang telah mampu diproduksi industri nasional.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi industri nasional yang mandiri dan berdaya saing, sekaligus menempatkan pengusaha lokal sebagai bagian penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia.















