Airlangga: Industri MICE Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata Indonesia

JAKARTA – TAJUK REPORTASE COM — Pemerintah terus memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. Salah satu strategi yang didorong yakni pengembangan industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) yang dinilai mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan industri MICE tidak hanya mendorong sektor pariwisata, tetapi juga memperkuat investasi, perdagangan, hingga penciptaan lapangan kerja melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional.

“Terlepas dari ketidakpastian dan situasi global yang sulit diprediksi, Indonesia masih mampu tumbuh sebesar 5,61 persen pada kuartal pertama. Sektor pariwisata yang didukung penyediaan akomodasi serta makan dan minum menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 13,14 persen,” kata Airlangga dalam pembukaan Southeast Asia Business Events Forum (SEABEF) 2026 di Jakarta, Kamis (30/7).

SEABEF 2026 menjadi forum yang mempertemukan pembuat kebijakan, akademisi, asosiasi, dan pelaku industri MICE dari berbagai negara Asia Tenggara untuk membahas pengembangan industri event sebagai penggerak ekonomi dan pariwisata berkelanjutan.

Airlangga mengungkapkan, sektor pariwisata Indonesia terus menunjukkan tren positif. Pada Mei 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,38 juta orang, sementara perjalanan wisatawan nusantara menembus 106,16 juta perjalanan atau meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurutnya, tren industri event global kini mulai bergeser ke konsep bleisure, yakni perpaduan perjalanan bisnis dan wisata. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengintegrasikan penyelenggaraan berbagai kegiatan dengan destinasi wisata unggulan di berbagai daerah.

Pemerintah juga mempercepat transformasi digital sektor pariwisata melalui program Pariwisata 5.0 dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan Kementerian Pariwisata telah menghadirkan MaiA (Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia), asisten perjalanan berbasis AI yang membantu wisatawan memperoleh rekomendasi destinasi sekaligus menyusun rencana perjalanan secara lebih personal melalui platform Indonesia.travel.

Selain itu, pemerintah juga mengembangkan platform Event by Indonesia (EBI) sebagai pusat informasi penyelenggaraan berbagai kegiatan nasional, mulai dari MICE, seni budaya, olahraga hingga agenda pariwisata.
Airlangga menilai pemanfaatan teknologi digital akan meningkatkan daya saing industri event nasional sekaligus memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Indonesia sudah siap. Indonesia sangat kompetitif dalam hal keramahan dan fasilitas, serta pengalaman kuliner dengan kekayaan ragam makanan dan minuman, serta aneka cita rasa dan rempah-rempah,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan pengembangan industri MICE menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Haryo, pemerintah akan terus mendorong penguatan konektivitas, pengembangan destinasi berbasis event, serta pemanfaatan AI agar Indonesia mampu menjadi salah satu pusat industri MICE global.

error: Content is protected !!