Kementerian UMKM Dukung Kebangkitan Opera Batak, Dorong Pariwisata dan Produk Lokal Danau Toba

JAKARTA – TAJUK REPORTASE – COM — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendukung upaya pelestarian budaya Batak melalui pagelaran Opera dan Konser Musik “Tona Sian Huta: Dari Danau Toba untuk Dunia” di Gedung Jetun Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Selasa (14/7).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan UMKM di kawasan Danau Toba.

Pagelaran dibuka Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya bersama Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga serta dihadiri perwakilan Kementerian Pariwisata dan Kementerian UMKM.
Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana, mengatakan kolaborasi tersebut menunjukkan pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat.

“Melalui pagelaran Opera Batak, kami ingin menghadirkan kekayaan budaya yang berpadu dengan semangat pemberdayaan ekonomi rakyat. Budaya dan UMKM dapat tumbuh bersama untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Reghi.

Opera Batak yang dipentaskan mengangkat sejarah dan perjalanan peradaban masyarakat Batak, mulai dari legenda asal-usul Danau Toba, perjuangan Sisingamangaraja XII, kiprah Ludwig Ingwer Nommensen, hingga dinamika kehidupan masyarakat Batak masa kini.

Selain pertunjukan seni, acara tersebut juga menghadirkan pameran dan pasar kreatif yang menampilkan ratusan produk unggulan UMKM dari kawasan Danau Toba. Berbagai produk seperti ulos, kerajinan tangan, kuliner khas, hingga komoditas lokal diperkenalkan kepada masyarakat dan wisatawan sebagai upaya memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.

Menurut Reghi, sinergi antara sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM menjadi strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ketika destinasi wisata menghadirkan pertunjukan seni dan budaya yang berkualitas, kunjungan wisata meningkat, ekonomi kreatif bergerak, dan UMKM memperoleh peluang yang lebih besar untuk memasarkan produknya,” ujarnya.

Ia menambahkan, Opera Batak yang dipadukan dengan konser musik juga menjadi sarana memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan budaya Nusantara kepada generasi muda dan wisatawan, sehingga budaya lokal tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga menilai Opera Batak memiliki nilai budaya dan pesan moral yang penting bagi masyarakat. Ia berharap pagelaran “Tona Sian Huta” menjadi titik awal kebangkitan kembali Opera Batak yang telah lama tidak dipentaskan.

“Opera Batak harus terus dilestarikan. Saya berharap pertunjukan ini dapat menjadi agenda rutin setiap tahun sehingga mampu mendukung pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM di kawasan Danau Toba,” kata Lamhot.

error: Content is protected !!