Airlangga: Data Center dan Talenta Digital Jadi Kunci Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

JAKARTA – TAJUK REPORTASE COM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan transformasi digital menjadi salah satu motor utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 8 persen. Menurutnya, penguatan ekonomi digital harus ditopang oleh infrastruktur pusat data, kecerdasan artifisial (AI), serta talenta digital yang kompetitif.

Pernyataan itu disampaikan Airlangga saat memberikan keynote speech dalam acara 1-Dekade IDPRO 2026: Indonesia’s Future through the Development and Strengthening of Digital Talent in Indonesia’s Data-Centre Sector as an ASEAN Hub Centre of Excellence di Jakarta, Minggu (28/6).

“Indonesia ingin tumbuh lebih dari 8 persen dan salah satu pengungkitnya adalah digital economy. Kuncinya adalah AI, dan AI hanya bisa berkembang jika didukung infrastruktur data center yang memadai,” kata Airlangga.

Ia mengapresiasi kontribusi IDPRO selama satu dekade terakhir dalam mendorong perkembangan industri pusat data nasional. Menurutnya, sektor data center kini menjadi salah satu penggerak baru perekonomian seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital.

Pemerintah, lanjut Airlangga, juga terus memperkuat kerja sama ekonomi digital melalui Digital Economic Framework Agreement (DEFA) ASEAN yang ditargetkan ditandatangani pada KTT ASEAN mendatang. Kesepakatan itu diyakini akan memperbesar potensi ekonomi digital kawasan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi digital di Asia Tenggara.

Airlangga menilai Indonesia memiliki sejumlah keunggulan dalam pengembangan industri pusat data, mulai dari ketersediaan lahan, biaya energi yang kompetitif, hingga potensi energi terbarukan seperti panas bumi, tenaga surya, dan tenaga air.

Selain itu, pemerintah tengah mempercepat pengembangan industri semikonduktor melalui kerja sama dengan perusahaan teknologi asal Inggris, ARM, untuk pengembangan desain cip. Langkah tersebut diproyeksikan mendukung pengembangan AI, internet of things (IoT), kendaraan otonom, hingga komputasi kuantum.

Untuk memperkuat ekosistem tersebut, pemerintah menargetkan pelatihan bagi 15 ribu talenta muda di bidang semikonduktor dalam tiga tahun ke depan.

“Momentum ini harus dijaga. Dibandingkan negara ASEAN lainnya, Indonesia lebih siap. Karena itu, pengembangan talenta digital, data center, dan industri semikonduktor harus terus dipercepat agar Indonesia tidak tertinggal dalam persaingan ekonomi digital global,” ujar Airlangga.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, anggota DPR, pengurus IDPRO, pelaku industri pusat data, akademisi, serta pemangku kepentingan di sektor ekonomi digital.

error: Content is protected !!