JAKARTA – TAJUK REPORTASE COM- Pemerintah meluncurkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun untuk semester II 2026 guna menjaga daya beli masyarakat, memperkuat dunia usaha, serta mengantisipasi dampak ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai risiko eksternal.
“Pemerintah akan mengumumkan stimulus ekonomi di semester kedua. Sebagian besar sudah disampaikan setelah rakortas dan sebagian lagi merupakan arahan Bapak Presiden,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (25/6).
Paket stimulus tersebut dibagi ke dalam tiga pilar utama, yakni dukungan terhadap konsumsi dan dunia usaha, penguatan ketenagakerjaan melalui program magang dan vokasi, serta bantuan pangan sebagai jaring pengaman sosial.
Pada pilar pertama, pemerintah memberikan sejumlah insentif untuk mendorong konsumsi masyarakat. Salah satunya berupa tarif khusus Pajak Penghasilan (PPh) Final Royalti sebesar 1,5 persen bagi penulis nasional.
Selain itu, pemerintah memberikan diskon transportasi selama periode libur sekolah dan Natal-Tahun Baru (Nataru). Untuk masa libur sekolah, masyarakat memperoleh diskon tiket kereta api sebesar 30 persen pada 20 Juni hingga 5 Juli 2026 dan diskon tarif dasar kapal Pelni sebesar 30 persen pada 20 Juni hingga 15 Agustus 2026.
Pemerintah juga menggratiskan tarif jasa kepelabuhan ASDP pada periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026 serta memberikan fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi berjadwal.
Kebijakan serupa kembali diterapkan pada periode Nataru 2026-2027 dengan alokasi anggaran yang disiapkan mencapai lebih dari Rp883 miliar untuk transportasi darat, laut, dan udara.
Di sektor industri, pemerintah menetapkan bea masuk nol persen untuk impor LPG bagi industri petrokimia serta bahan baku plastik guna menekan biaya produksi dan menjaga stabilitas harga barang konsumsi. Sebelumnya, pemerintah juga telah memangkas tarif bea masuk impor suku cadang pesawat menjadi nol persen untuk mendukung industri perawatan dan perbaikan pesawat atau maintenance, repair and overhaul (MRO).
Pada pilar kedua, pemerintah menyiapkan anggaran Rp4,14 triliun untuk Program Magang Nasional Tahap II yang akan dimulai pada Juli 2026. Program tersebut ditargetkan menjangkau 150 ribu lulusan perguruan tinggi yang baru menyelesaikan pendidikan.
Sementara itu, program pelatihan vokasi memperoleh alokasi anggaran Rp2,12 triliun. Program ini menyasar 220 ribu lulusan SMK agar siap memasuki dunia kerja serta 50 ribu pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk meningkatkan keterampilan dan memperbesar peluang mendapatkan pekerjaan baru.
Pada pilar ketiga, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp17,54 triliun untuk program bantuan beras. Sebanyak 33,24 juta keluarga penerima manfaat akan memperoleh bantuan beras masing-masing 10 kilogram per bulan selama tiga bulan mulai Juli 2026.
Pemerintah juga menyiapkan bantuan stabilisasi harga dan pasokan pangan (SPHP) kedelai bagi pengrajin tahu dan tempe. Bantuan diberikan hingga Rp2.000 per kilogram untuk kuota tahap pertama sebanyak 250 ribu ton di wilayah yang harga kedelainya melampaui Harga Acuan Pembelian (HAP).
Airlangga mengatakan total stimulus pada semester II 2026 terdiri dari insentif transportasi sebesar Rp2,04 triliun, program magang dan vokasi Rp6,26 triliun, serta bantuan pangan Rp18,04 triliun.
“Pemerintah berharap paket kebijakan ini mampu menjaga daya beli masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global,” katanya.














