LOMBOK BARAT – TAJUK REPORTASE COM – Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan secara serentak yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Minggu (12/7/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan, ketahanan air, dan ketahanan energi nasional.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut. Selain Bendungan Meninting di NTB, bendungan yang diresmikan meliputi Bendungan Sidan di Bali, Bendungan Jlantah di Karanganyar, Jawa Tengah, serta Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh.
Secara keseluruhan, lima bendungan itu memiliki kapasitas tampung mencapai 371,23 juta meter kubik air. Infrastruktur tersebut akan melayani daerah irigasi seluas 39.540 hektare melalui jaringan sepanjang 279,98 kilometer, menyediakan air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik, serta mendukung pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 9,635 MW dan potensi pengembangan pembangkit listrik tenaga surya terapung hingga 345,94 MW.
Selain itu, bendungan-bendungan tersebut juga berfungsi sebagai pengendali banjir pada kawasan seluas 932 hektare, sehingga diharapkan mampu mengurangi risiko bencana yang mengancam permukiman dan lahan pertanian.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo meminta seluruh pihak menjaga dan mengelola bendungan secara profesional agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, terutama para petani.
“Saya harap bendungan-bendungan ini dijaga dengan baik, dikelola secara profesional, dirawat dengan baik, dan pastikan air yang dibutuhkan petani benar-benar sampai kepada petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara,” kata Prabowo.
Sementara itu, AHY menegaskan peresmian lima bendungan tersebut menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi pembangunan nasional melalui swasembada pangan, swasembada air, dan swasembada energi.
“Hari ini kita berbahagia karena yang diresmikan bukan hanya Bendungan Meninting, tetapi sekaligus lima bendungan di berbagai wilayah Indonesia. Ini menjadi penguat strategi menuju swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada air,” ujar AHY.
Menurut AHY, keberadaan bendungan tidak hanya menjamin ketersediaan air baku, tetapi juga meningkatkan layanan irigasi yang berdampak langsung pada produktivitas pertanian. Dengan sistem irigasi yang lebih baik, lahan yang sebelumnya hanya mampu panen satu kali dalam setahun berpotensi meningkat menjadi dua hingga tiga kali panen.
Ia juga menilai bendungan memiliki peran penting dalam menghadapi ancaman banjir sekaligus membuka peluang pengembangan energi baru terbarukan melalui PLTA maupun panel surya terapung.
“Ini menjadi masa depan kita karena kebutuhan energi harus semakin ramah lingkungan, lebih bersih, dan berkelanjutan,” ucapnya.
Selain fungsi utama sebagai infrastruktur sumber daya air, AHY menyebut kawasan bendungan juga berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata dan olahraga air yang dapat menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitarnya.
AHY berharap lima bendungan yang mulai beroperasi tersebut mampu memberikan manfaat nyata, mulai dari penyediaan air bersih, peningkatan produksi pertanian, penguatan ketahanan energi, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan, termasuk pemerintah daerah, Kementerian Pekerjaan Umum, konsultan, kontraktor, dan masyarakat yang telah mendukung penyelesaian proyek-proyek strategis tersebut.
Menurut AHY, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar infrastruktur yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.














