AHY Resmikan Penataan Kampung Kumuh di Gresik, 166 Rumah Diperbaiki

GRESIK — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meresmikan hasil penataan Kawasan Permukiman Kumuh Terpadu di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Penataan kawasan seluas sekitar tujuh hektare tersebut dilakukan melalui Program Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (PPKT) dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Sebanyak 166 rumah menjadi bagian dari program tersebut. Rinciannya, 102 rumah dibangun baru dan 43 rumah tidak layak huni (RTLH) ditingkatkan kualitasnya.
AHY mengatakan penyediaan rumah layak huni merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

” Sebelum berbicara mengenai produktivitas dan kualitas hidup, kita harus memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak,” ujar AHY saat peresmian, Senin (3/8/2026).

Menurut AHY, rumah layak huni tidak hanya berkaitan dengan bangunan fisik, tetapi juga menjadi fondasi bagi kehidupan masyarakat yang sehat, aman, dan produktif.

Hal itu dinilai penting mengingat mayoritas warga Desa Campurejo bekerja sebagai nelayan dan terdapat banyak anak usia dini di kawasan tersebut.

“Mereka membutuhkan ruang hidup yang sehat, aman, dan nyaman agar anak-anak dapat tumbuh dengan baik, para orang tua dapat mencari nafkah dengan tenang, dan pada akhirnya kualitas hidup masyarakat terus meningkat,” katanya.

Penataan kawasan tersebut dilakukan secara terpadu dengan membangun sejumlah infrastruktur dasar. Fasilitas yang dibangun antara lain jaringan air minum, saluran rumah tangga, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), tandon air, jalan lingkungan, drainase, hingga fasilitas sanitasi.

Secara keseluruhan, pengerjaan fisik dan infrastruktur pendukung telah mencapai progres 100 persen.
Program tersebut mencakup pembangunan jalan lingkungan sepanjang 4.136 meter, drainase sepanjang 5.487,5 meter, satu unit tandon air, jaringan perpipaan dengan 339 Sambungan Rumah (SR) air minum, tujuh unit IPAL komunal, serta satu unit Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

AHY menekankan keberhasilan penataan kawasan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor. Sejumlah kementerian dan lembaga turut terlibat, termasuk Kementerian ATR/BPN, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Kementerian Pekerjaan Umum.

“Yang dibangun bukan hanya rumah, tetapi juga ekosistem permukiman yang lebih sehat dan layak,” ujarnya.
AHY menyebut pembangunan permukiman merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah pusat, kata dia, akan terus mengawal program tersebut melalui koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.

Dia berharap penataan kawasan kumuh dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh hunian dan lingkungan yang layak.

“Mudah-mudahan kita terus memperjuangkan agar rumah-rumah masyarakat dan kawasan permukimannya semakin asri, aman, sehat, bersih, dan indah. Pada akhirnya, itulah yang akan melahirkan masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi berbagai dinamika kehidupan,” kata AHY.

Target Enam Kawasan di Jawa Timur
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan program penataan kawasan kumuh akan terus dilanjutkan.
Menurut Khofifah, pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan penanganan enam kawasan tambahan setelah program di Desa Campurejo selesai.

“Insya Allah tahun ini akan ada enam lokasi lagi yang akan kami lanjutkan. Penanganan kawasan kumuh membutuhkan kerja bersama dan dilakukan secara bertahap agar semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati lingkungan permukiman yang layak,” ujar Khofifah.

Khofifah mengatakan penanganan kawasan kumuh membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menyebut secara nasional masih terdapat sekitar 6.000 kawasan yang masuk kategori kumuh.
Karena itu, pemerintah akan terus memperluas kolaborasi agar penataan kawasan kumuh dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
AHY dalam kunjungan kerja ke Jawa Timur didampingi Sekretaris Kementerian Koordinator Ayodhia G. Kalake, Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Ronny Ariuly Hutahayan, serta sejumlah staf khusus dan pejabat terkait.

error: Content is protected !!