46.160 Lulusan Perguruan Tinggi Lolos MagangHub Angkatan II

TAJUKREPORTASE.COM – JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi memulai Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Lulusan Perguruan Tinggi Angkatan II Batch 1 Tahun 2026.

Sebanyak 46.160 peserta dinyatakan lolos seleksi dan mulai menjalani pemagangan selama enam bulan sejak 10 Agustus 2026.
Program tersebut merupakan bagian dari paket kebijakan stimulus ekonomi 2026 yang dirancang pemerintah untuk memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi, termasuk lulusan pendidikan profesi, menuju dunia kerja.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan program pemagangan memberikan kesempatan kepada talenta muda untuk mendapatkan pengalaman kerja secara langsung, pendampingan mentor, sekaligus memperkuat kompetensi dan budaya kerja profesional.

“Program pemagangan ini merupakan ikhtiar Pemerintah untuk memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi, termasuk pendidikan profesi menuju dunia kerja melalui pengalaman kerja nyata, pendampingan mentor, serta penguatan kompetensi dan budaya kerja,” kata Yassierli dalam Kick Off dan Orientasi Program MagangHub Angkatan II Batch 1 di Kantor Kemnaker, Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, kualitas pelaksanaan menjadi aspek penting dalam program tersebut. Penyelenggara diwajibkan memberikan pekerjaan yang relevan, menyediakan mentor yang aktif, menghadirkan pembelajaran terarah, serta melakukan evaluasi secara konsisten.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Yassierli menegaskan pemagangan tidak boleh hanya menjadi pemenuhan kewajiban administratif. Program tersebut harus menjadi ruang bagi peserta untuk membentuk kompetensi, profesionalisme, serta kesiapan memasuki dunia kerja.

Pada Angkatan II Batch 1, sebanyak 3.672 penyelenggara ikut berpartisipasi. Jumlah itu terdiri dari 1.830 perusahaan dan 1.842 kementerian/lembaga.
Para penyelenggara membuka 28.455 lowongan pemagangan dengan total 54.304 kuota peserta. Rinciannya, 31.251 kuota tersedia di perusahaan, sedangkan 23.053 kuota lainnya berada di kementerian/lembaga.

Antusiasme masyarakat terhadap Program Pemagangan Nasional 2026 juga tercatat tinggi. Secara keseluruhan, terdapat 732.483 pendaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 244.982 pendaftar dinyatakan memenuhi syarat atau eligible.

Selanjutnya, 226.719 calon peserta mengajukan lebih dari 547 ribu lamaran ke berbagai lowongan pemagangan.
Setelah melalui rangkaian proses seleksi, sebanyak 225.920 pelamar masuk dalam tahapan rekrutmen peserta. Dari jumlah tersebut, 48.088 pelamar dinyatakan dapat diproses lebih lanjut.

Sebanyak 46.402 calon peserta kemudian diusulkan untuk ditetapkan sebagai peserta. Setelah melalui verifikasi dan seleksi tingkat nasional, 46.160 peserta akhirnya dinyatakan lolos dan ditetapkan sebagai peserta Angkatan II Batch 1.

Sementara itu, sebanyak 242 calon peserta tidak dapat ditetapkan sebagai peserta karena tidak memenuhi persyaratan pada tahap verifikasi akhir.

Yassierli mengatakan tingginya partisipasi tersebut menunjukkan adanya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menyediakan ruang pembelajaran kerja bagi talenta muda Indonesia.

“Capaian ini menunjukkan kuatnya kolaborasi Pemerintah dan dunia usaha dalam membuka ruang pembelajaran kerja yang relevan bagi talenta muda Indonesia,” ujarnya.

Ia juga meminta peserta memanfaatkan masa pemagangan selama enam bulan dengan disiplin, integritas, dan kesungguhan. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi pijakan bagi peserta untuk membuktikan kemampuan, memperluas jejaring, sekaligus membangun reputasi profesional.

Adapun seluruh tahapan program telah dilaksanakan sesuai jadwal. Pendaftaran penyelenggara berlangsung pada 29 Juni hingga 15 Juli 2026, kemudian pendaftaran peserta pada 16 hingga 28 Juli 2026.
Pengumuman hasil seleksi dilakukan pada 7 Agustus 2026, sementara pelaksanaan pemagangan dimulai pada 10 Agustus 2026.

Setelah program berjalan, Kemnaker akan berfokus pada pemantauan kualitas pelaksanaan, terutama terkait pendampingan dan evaluasi peserta selama mengikuti pemagangan.

“Kementerian Ketenagakerjaan akan terus memantau efektivitas pembimbingan oleh mentor, kesesuaian tugas yang diberikan, serta memastikan program pemagangan ini dapat menjadi talent pipeline bagi instansi dan perusahaan penyelenggara,” pungkas Yassierli.

error: Content is protected !!