Musik Tanah Air Berduka, Vocalis Terbaik Era 90 Doddy Katamsi Grop Band Elpamas Tutup Usia

tajukreportase.com – Jakarta, Kembali dunia musik tanah air kehilangan talenta terbaiknya, musisi senior Doddy Katamsi meninggal dunia pada Kamis (15/10/2026), setelah sebelumnya menjalani perawatan akibat komplikasi penyakit jantung dan gagal ginjal.

Meski terlahir dari keluarga tentara, Doddy Katamsi dan saudaranya hampir seluruhnya menekuni jalan hidup sebagai seniman.

Ayahnya, Amoroso Katamsi, adalah seorang perwira tentara ABRI sekaligus aktor senior ternama yang memerankan Presiden Soeharto dalam film legendaris Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI.

Karir Amoroso juga malang melintang di panggung pertunjukan bersama Teater Kecil yang diampu Arifien C Noer. Darah seni juga mengalir dari ibunya  seorang maestro penyanyi seriosa terkemuka di Indonesia

Musik menjadi dunia Doddy sejak kecil. Ibu dan ayahnya sering memutar piringan hitam Elvis Presley, Broery Marantika, dan The Beatles. Oleh ibunya Doddy juga dilatih dari (fingering) dengan tuts piano hingga latihan vocalizing tiap hari

Musik rock dikenal Doddy saat sekolah di Yogyakarta. Ia belajar bermain gitar, dan karena kesulitan menemukan vokalis untuk bandnya, Doddy memberanikan diri untuk bernyanyi sambil memetik gitar.

Saat SMA, Doddy semakin suntuk menekuni musik di Jakarta. Ia beralih memainkan bass sambil tetap menjadi vokalis utama kombinasi yang sangat langka di era 1980-an.

Kemunculannya menarik perhatian publik muaik, pada sebuah festival Doddy menyabet penghargaan Best Bassist dalam festival band antar-SMA yang dijuri oleh para personel Slank.

Setelah malang melintang di sejumlah band, Doddy paling lama menjadi vokalis di Elpamas, band yang diisi oleh personil dari Malang, Jawa Timur.

Meski sempat keluar masuk di Elpamas, hingga akhir hayat Doddy dikenal sebagai vokalis band tersebut. Pada 1991 penggarapan lagu “Pak Tua” ciptaan Iwan Fals (menggunakan nama Pitat Haeng) salah satu yang dikenang hingga saat ini.

Di usia 19 tahun dengan idealisme musik rock yang kental, Doddy muda sempat merasa tidak percaya diri dan kesulitan menghayati lirik lagu tersebut karena tidak bercorak hard rock yang ia suka.

Akhirnya disepakati bahwa bagian bait (verse) dinyanyikan oleh gitaris Toto Tewel, sedangkan Doddy mengisi bagian reff. Lagu tersebut meledak di pasaran dan mengangkat nama Elpamas di kancah musik nasional.

Meski meledak, lagu “Pak Tua” yang dibawakan oleh grup band rock Elpamas sempat mengalami pencekalan atau dilarang tayang dan dibatasi peredarannya oleh pemerintah Orde Baru.

Pasalnya lagu tersebut dinilai membawa kritik terselubung pada Presiden Soeharto. Tokoh orang tua dalam lagu tersebut disebut menyindir kepemimpinan Soeharto

error: Content is protected !!