Made Supartha : Jadikan Momentum Hari Raya Pagerwesi Sebagai Sarana Penguatan Diri Dan Moralitas

Tajukreportase.com ~ Denpasar || Anggota DPRD Bali, Made Supartha menyampaikan, momentum perayaan Hari Raya Pagerwesi yang jatuh pada tanggal 4 November 2026 harus dimaknai sebagai hari suci sebagai sarana penguatan diri dan moralitas.

Dalam penguatan spiritualitas, Hari Raya Pagerwesi dimaknai sebagai pengokohan karakter dan keteguhan diri.

Kemudian, dalam tuntunan hidup umat Hindu diajak untuk senantiasa mawas diri, menjaga etika, serta memohon tuntunan spiritual dalam menjalankan kehidupan sehari-hari maupun tanggung jawab sosial.

Dalam ajaran agama Hindu, Hari Raya Pagerwesi yang dirayakan setiap 210 hari menurut kalender Bali, tepatnya pada Budha Kliwon Wuku Sinta ini mari jadikan momen Hari Raya Pagerwesi sebagai penguatan diri.

“Sekaligus, dalam momen baik ini bisa untuk membangun benteng spiritual, agar tidak mudah goyah oleh pengaruh negatif, baik dari luar maupun dalam diri sendiri,” terangnya.

Made Supartha menambahkan, makan Hari Raya Pagerwesi bagi generasi muda juga sangat penting yakni bisa menjadi menjadi bekal dalam menghadapi hidup yang begitu serba cepat, dinamis, dan penuh tekanan di era modern saat ini.

Generasi muda juga perlu untuk menjaga diri dengan tetap memahami nilai dan ajaran agama Hindu yang sudah sepenuhnya berakar pada nilai dharma dan nilai dari Tri Hita Karena.

Mari jadikan momentum Hari Raya Pagerwesi untuk tetap instrospeksi diri. Saat bekali diri dengan hal-hal positif. Rahajeng Rahina Hari Raya Pagerwesi. Om, Shanti, Shanti, Shanti, Om. (Bud)

error: Content is protected !!