BGN Minta Guru Ikut Cicip Menu MBG Sebelum Disantap Siswa

TAJUKREPORTASE.COM – JAKARTA –Badan Gizi Nasional (BGN) meminta guru dan tenaga kependidikan terlibat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Keterlibatan tersebut dinilai penting untuk memperkuat edukasi pola makan sehat sekaligus pengawasan keamanan makanan sebelum dikonsumsi siswa.

Kepala BGN Sudaryono atau Mas Dar mengatakan guru dapat berperan dalam mengedukasi siswa mengenai pentingnya makanan sehat dan bergizi. Guru dan tenaga kependidikan juga diharapkan membantu memastikan makanan yang diterima siswa dalam kondisi aman.

“Tujuannya tadi disampaikan oleh Pak Menteri (Dikdasmen) adalah untuk supaya sebagai ajang edukasi, menjadi tempat untuk mengedukasi siswa tadi. Selain itu juga di situ bapak, ibu guru sebagai perannya kami mohon sebagai organoleptik yang terakhir,” kata Mas Dar dalam rapat koordinasi tata kelola dan penyelenggaraan MBG di sekolah secara daring, Minggu (9/8).

Mas Dar menjelaskan pemeriksaan keamanan makanan dilakukan melalui beberapa tahapan sebelum makanan dibagikan kepada siswa. Di tingkat sekolah, BGN menyiapkan petugas penanggung jawab atau PIC yang berasal dari tenaga kependidikan, seperti tenaga administrasi atau tata usaha.

Dua orang PIC bertugas menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kemudian melakukan pemeriksaan organoleptik sebelum makanan dibagikan.
Pemeriksaan dilakukan dengan melihat kondisi makanan, mencium aroma, hingga mencicipinya. Jika makanan dinilai tidak memenuhi standar keamanan, makanan tersebut tidak boleh diberikan kepada siswa.

“Namun di situ, tetap PIC juga melakukan satu mekanisme organoleptik, yaitu dibuka, diambil sampelnya, dibuka, kemudian dibau, dicium, dirasa, dilihat. Manakala tidak memenuhi standar, maka tidak harus atau wajib hukumnya tidak diberikan kepada siswa,” ujar Mas Dar.

“Jadi PIC itu adalah layer terakhir kedua, yang memastikan bahwa menu makanan itu aman dan tidaknya,” sambungnya.
Selain melibatkan PIC, Sudaryono mendorong guru untuk ikut mengonsumsi menu MBG bersama siswa. Menurutnya, langkah tersebut dapat memperkuat fungsi MBG sebagai sarana edukasi dan pembentukan karakter di lingkungan sekolah.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan pelaksanaan MBG di satuan pendidikan merupakan bagian integral dari kebijakan penguatan pendidikan karakter.

Mu’ti mengaitkan program tersebut dengan gerakan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.

Dia menegaskan guru dan tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam memastikan pelaksanaan MBG di sekolah berjalan baik. Namun, keterlibatan tersebut tidak dimaksudkan untuk menambah beban kerja guru.

“MBG yang diselenggarakan di sekolah tidaklah dimaksudkan untuk mebebani dan menambah tugas bapak, ibu guru sekalian,” kata Mu’ti.

Menurut Mu’ti, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga penanaman nilai serta pembentukan karakter melalui kebiasaan hidup sehat dan perilaku positif.
Karena itu, dia berharap pelaksanaan MBG dapat berjalan seiring dengan upaya membentuk generasi yang sehat, kuat, dan berkarakter.

error: Content is protected !!