TAJUKREPORTASE.COM – JAKARTA –Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menilai operasi modifikasi cuaca (OMC) berupa hujan buatan yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi salah satu langkah paling efektif untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal itu disampaikan Djamari usai memimpin rapat koordinasi bersama Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Kehutanan, BNPB, TNI, Polri, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Selasa (11/8).
Djamari mengatakan BNPB telah melakukan operasi udara untuk menghasilkan hujan buatan sebagai bagian dari upaya pengendalian karhutla di sejumlah daerah.
“Melihat situasi seperti sekarang ini, upaya yang paling tepat dilakukan adalah operasi udara. Sangat efektif menurunkan hujan buatan yang dilakukan oleh BNPB. Itu yang paling efektif,” kata Djamari.
Meski demikian, Djamari menegaskan pelaksanaan OMC sangat bergantung pada keberadaan awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Tanpa adanya awan hujan, operasi modifikasi cuaca tidak dapat dilakukan secara optimal.
“Tetapi ada satu persyaratan yang harus kita hadapi, yaitu kita menemukan ada awan hujan. Selama awan hujan itu tidak bisa kita temukan, tidak ada, kita tidak akan bisa membuat hujan,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap perubahan cuaca yang berpotensi memunculkan awan hujan. Pemantauan kondisi atmosfer dinilai penting agar operasi modifikasi cuaca dapat segera dilakukan ketika kondisi memungkinkan.
“Begitu kita mewaspadai perubahan cuaca sedikit apa pun yang kira-kira akan menunjukkan awan hujan, segera kita melakukan operasi untuk modifikasi cuaca. Itu yang sangat membantu, karena cukup air besar jatuh dari udara,” katanya.
Djamari juga menyampaikan kondisi cuaca hingga 17 Agustus berpotensi memberikan peluang hujan selama beberapa hari. Menurutnya, peluang tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu upaya pengendalian karhutla.
“Pada minggu ini sampai tanggal 17 Agustus, ada tiga sampai empat hari kemungkinan hujan. Kalau itu ada, itu memang mungkin anugerah yang diberikan kepada kita. Semoga itu akan keluar awan hujan,” ujar Djamari.
Ia menegaskan penanganan karhutla membutuhkan koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh unsur terkait. Pemerintah akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi karhutla untuk menentukan langkah penanganan yang diperlukan.













