PMI Bali Salurkan 620 Ribu Liter Air Bersih Untuk 36 Ribu Warga Terdampak Kekeringan

Tajukreportase.com ~ Denpasar || Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali terus memperluas respons kemanusiaan terhadap kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Bali. Hingga Rabu (30/9/2026), total distribusi air bersih telah mencapai 620.000 liter.Berdasarkan data Posko PMI Provinsi Bali, distribusi tersebut mencakup :

– *Buleleng:* 310.000 liter untuk 20.976 jiwa
– *Jembrana:* 235.000 liter untuk 12.890 jiwa
– *Karangasem:* 65.000 liter untuk 2.234 jiwa

Distribusi ini merupakan bagian dari respons berkelanjutan PMI dengan melihat kebutuhan riil masyarakat di lapangan dan mempertimbangkan pengalaman penanganan kekeringan pada tahun-tahun sebelumnya. PMI juga terus memantau informasi dan prediksi BMKG terkait potensi kekeringan sebagai dasar penentuan wilayah prioritas.

Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Bali, I Ketut Suardana, mengatakan Bali menjadi salah satu dari 12 provinsi yang telah terpetakan terdampak kekeringan berdasarkan prediksi BMKG 2026–2027.

“Untuk pelayanan air bersih yang ada di Bali saat ini, sesuai dengan prediksi BMKG 2026-2027 ini, hampir seluruh Indonesia terdampak kekeringan dan dari seluruh Indonesia, 12 provinsi yang sudah terpetakan, salah satunya Bali. Program kekeringan yang kita laksanakan di bulan Agustus yang lalu, ada 3 kabupaten yang melaksanakan distribusi kekeringan, yaitu Jembrana, Karangasem dan Buleleng,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelayanan melalui kolaborasi dengan BPBD setempat telah berjalan maksimal dan kebutuhan masyarakat sejauh ini dapat terpenuhi.

“Dari pengamatan yang kami lakukan dan berdasarkan permintaan masyarakat sampai saat ini, pelayanan air bersih melalui kolaborasi dengan BPBD setempat sudah berjalan maksimal. Namun, dalam perkembangannya, terdapat tambahan kabupaten yang turut melaksanakan pelayanan distribusi air bersih, yaitu Kabupaten Badung, yang baru dimulai pada hari Senin kemarin. Kami bersama PMI Badung sudah mulai melaksanakan pelayanan tersebut. Saat ini, PMI Badung sedang melakukan asesmen, khususnya di wilayah Jimbaran dan daerah-daerah lain yang terdampak kekeringan,” imbuhnya.

PMI Provinsi Bali menegaskan respons kekeringan masih akan terus berjalan. Bersama PMI Kabupaten/Kota dan pihak terkait, pemantauan di lapangan akan terus dilakukan untuk menyesuaikan pelayanan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk kemungkinan penambahan lokasi baru yang membutuhkan dukungan air bersih. (Dea/PMIBali)

error: Content is protected !!