TAJUKREPORTASE COM – MANDALIKA – PT PLN (Persero) menyiagakan lebih dari 500 personel dan sejumlah peralatan pendukung untuk memastikan keandalan pasokan listrik selama gelaran MotoGP Mandalika 2026 di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), 9-11 Oktober.
Kesiapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Siaga Keandalan Pembangkit yang digelar PLN pada Rabu (7/10). Apel menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh sistem pembangkitan, energi primer, personel, hingga peralatan pendukung berada dalam kondisi siap selama ajang balap internasional tersebut berlangsung.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengapresiasi kesiapan PLN dalam mengawal sistem kelistrikan selama MotoGP Mandalika 2026.
“Kami mengapresiasi kesigapan PLN yang telah mempersiapkan sistem kelistrikan secara menyeluruh. Dukungan kelistrikan yang andal menjadi salah satu faktor penting dalam menyukseskan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 karena Nusa Tenggara Barat akan menjadi perhatian dunia internasional,” ujar Iqbal.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo mengatakan pihaknya akan mengerahkan seluruh sumber daya untuk menjaga keandalan listrik selama rangkaian MotoGP berlangsung.
Menurutnya, kesiapan pembangkit menjadi salah satu fondasi utama dalam memastikan pasokan listrik tetap aman selama ajang internasional tersebut.
“Ajang internasional seperti MotoGP membutuhkan dukungan kelistrikan dengan tingkat keandalan yang tinggi.
Karena itu, seluruh aspek pembangkitan kami pastikan dalam kondisi siap, mulai dari unit pembangkit, energi primer, personel, sistem pengendalian, hingga peralatan cadangan,” kata Rizal.
PLN menyebut MotoGP Mandalika 2026 akan dipasok dari sistem kelistrikan Lombok dengan daya mampu pasok mencapai 438 megawatt (MW). Sementara itu, beban puncak sistem Lombok saat gelaran MotoGP diproyeksikan mencapai 391 MW.
Dengan demikian, terdapat cadangan daya sekitar 47 MW untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan selama perhelatan berlangsung.
General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara Sujana mengatakan PLN juga telah memobilisasi sejumlah peralatan pendukung ke kawasan Sirkuit Mandalika.
Sebanyak 19 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), tujuh unit genset, dan tiga Unit Gardu Bergerak (UGB) telah disiapkan. PLN juga menyiagakan 30 kendaraan pendukung serta material cadang gangguan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kondisi darurat.
“Kami menyiagakan seluruh unit pembangkit dalam kondisi siap operasi dan didukung ketersediaan energi primer yang memadai. Kami juga memperkuat kesiapan di lapangan melalui penempatan genset backup, personel siaga, kendaraan pendukung, serta material cadang gangguan sehingga setiap potensi kondisi abnormal dapat ditangani secara cepat dan terkoordinasi,” ujar Sujana.
PLN Operasikan Green Genset Control Room
Selain menyiapkan pembangkit dan peralatan cadangan, PLN menghadirkan inovasi Green Genset Control Room (GGCR) di kawasan Sirkuit Mandalika.
GGCR difungsikan sebagai pusat koordinasi dan pemantauan kondisi pembangkitan selama MotoGP berlangsung. Fasilitas tersebut memadukan fungsi pusat kendali kelistrikan bergerak dengan pemanfaatan energi surya.
Sujana mengatakan keberadaan GGCR diharapkan dapat mempercepat proses pemantauan dan pengendalian sistem kelistrikan selama masa siaga.
“Melalui Green Genset Control Room, proses pemantauan dan pengendalian dapat dilakukan secara lebih cepat, terintegrasi, dan responsif. Inovasi ini juga menjadi bagian dari semangat kami dalam mengintegrasikan keandalan operasional dengan pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan,” tuturnya.
PLN memastikan monitoring terhadap infrastruktur kelistrikan akan dilakukan secara berkelanjutan selama gelaran MotoGP Mandalika 2026. Koordinasi dengan seluruh pihak terkait juga terus dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan daya dan memastikan pasokan listrik tetap andal.
Dengan kesiapan tersebut, PLN menargetkan seluruh kebutuhan kelistrikan di kawasan sirkuit maupun lokasi prioritas lainnya dapat terlayani dengan aman selama MotoGP Mandalika 2026 berlangsung.














