Pemerintah Siapkan Rp100,1 T untuk Rehabilitasi Pascabencana Sumatera

TAJUKREPORTASE COM – JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan pemerintah menyiapkan anggaran Rp100,1 triliun untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Tito yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mengatakan anggaran tersebut menjadi bukti pemerintah pusat terus melakukan pemulihan terhadap wilayah yang terdampak bencana.

“Ini kan menjadi bukti bahwa pemerintah, terutama pemerintah pusat tidak tinggal diam dengan peristiwa bencana Sumatera. Dan kita sudah bekerja betul-betul masif di tahap rehab dan rekon ini,” kata Tito usai Rapat Koordinasi Perkembangan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumut, dan Sumbar di Bidang Pendidikan di Posko Satgas PRR, Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Tito mengatakan perkembangan penanganan oleh masing-masing kementerian dan lembaga akan disampaikan secara berkala setiap pekan. Dalam rapat kali ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaporkan kegiatan belajar-mengajar di 4.922 satuan pendidikan telah kembali berjalan 100 persen.

“Nanti akan ada penjelasan berikutnya di minggu berikutnya dan minggu-minggu seterusnya. Menteri PU (Pekerjaan Umum) mungkin akan menjelaskan bagaimana perbaikan akses jalan, jembatan, sungai, dan lain-lain yang jumlahnya juga masif,” ujarnya.

Menurut Tito, tahap rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya diarahkan pada pemulihan infrastruktur. Pemerintah juga menangani pemulihan akses kesehatan serta kondisi ekonomi masyarakat yang terdampak bencana.

Ia mencontohkan Kementerian Pertanian yang dipimpin Andi Amran Sulaiman telah menjalankan program pemulihan sawah-sawah terdampak bencana. Sementara itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berfokus pada pemulihan tambak milik warga yang terdampak.

Tito menegaskan pemerintah akan terus menyampaikan perkembangan penanganan bencana secara rutin setiap pekan agar masyarakat mengetahui langkah-langkah pemulihan yang dilakukan pemerintah.
“Meskipun di lapangan sebetulnya banyak yang bersentuhan sudah tahu, tapi penjelasan umum perlu kita lakukan. Kita akan lakukan penjelasan itu setiap minggu,” tuturnya.

error: Content is protected !!