BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Terluas 172 Hektare di Nabire

TAJUKREPORTASE COM – JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah dalam periode 24 jam hingga Minggu (20/9) pukul 07.00 WIB.

Tidak ada laporan korban jiwa akibat rangkaian karhutla tersebut. Sejumlah petugas gabungan juga telah melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi terdampak.

Di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, karhutla terjadi di Desa Kayu Angin, Kecamatan Malunda, Sabtu (19/9) sekitar pukul 12.30 WITA. Luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 5 hektare.
BPBD Kabupaten Majene bersama dinas terkait, TNI, Polri, dan masyarakat melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan pada pukul 14.55 WITA dan petugas kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Kebakaran melanda lahan sekitar 2 hektare di Desa Karang Karangan, Kecamatan Bua, pada Sabtu (19/9) pukul 11.32 WITA.

Petugas BPBD bersama dinas pemadam kebakaran, TNI, Polri, dan masyarakat berhasil memadamkan api pada pukul 12.56 WITA.

Sementara di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, karhutla melanda enam kampung yang berada di dua distrik. Kebakaran terjadi di lahan gambut Kampung Kali Harapan, Kalisusu, dan Kalibobo di Distrik Nabire serta Kampung Waroki, Kalisemen, dan Wadiyo di Distrik Nabire Barat.
Total luas lahan yang terbakar di dua distrik tersebut mencapai sekitar 172 hektare.

BPBD dan dinas pemadam kebakaran setempat bersama TNI dan Polri melakukan upaya pemadaman. Hingga Sabtu petang, petugas masih berupaya mengendalikan api.

Karhutla turut terjadi di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, tepatnya di Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Sabtu (19/9) sekitar pukul 11.00 WIB.

Lahan terdampak diperkirakan mencapai 10 hektare. Hingga Sabtu petang, sekitar 9 hektare telah berhasil dipadamkan. Petugas gabungan masih melakukan pemadaman karena terkendala angin kencang dan asap pekat.

BPBD juga mengingatkan potensi api kembali muncul lantaran terdapat banyak tumpukan kayu bekas pembukaan lahan di lokasi.

Di Jawa Tengah, BNPB mencatat dua kejadian karhutla. Di Kabupaten Rembang, kebakaran melanda sekitar 2 hektare lahan di Desa Padaran, Kecamatan Rembang. Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.00 WIB dan berhasil dipadamkan petugas gabungan pada hari yang sama.

Karhutla lainnya terjadi di Kabupaten Banyumas, tepatnya di Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor, dan Desa Karanganyar, Kecamatan Patikraja. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB itu menghanguskan sekitar 3,5 hektare lahan.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas gabungan dari BPBD, dinas pemadam kebakaran, TNI, dan Polri berhasil memadamkan api pada pukul 12.10 waktu setempat.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla. Berdasarkan pemantauan hingga 21 September, tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di sebagian besar wilayah Indonesia berada dalam kategori sangat mudah terbakar.

BNPB menekankan peran masyarakat dalam pemantauan dan pencegahan dini. Upaya tersebut dinilai penting agar potensi karhutla dapat diketahui dan ditangani secepat mungkin sebelum meluas.

error: Content is protected !!