Wamenekraf Apresiasi JIPFest 2026, Dorong Fotografi Indonesia Tembus Pasar Global

TAJUKREPORTASE COM – JAKARTA – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar mengapresiasi penyelenggaraan Jakarta International Photo Festival (JIPFest) 2026 yang dinilai semakin memperkuat posisi fotografi sebagai salah satu subsektor strategis dalam ekosistem ekonomi kreatif Indonesia.

Irene mengatakan JIPFest tidak hanya menjadi ruang bagi fotografer untuk memamerkan karya, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan cerita dan perspektif Indonesia kepada masyarakat global.

“JIPFest menunjukkan bahwa subsektor fotografi bukan hanya tentang menghasilkan gambar, melainkan jejak nyata para fotografer membangun cerita, merekam perubahan, dan menghadirkan perspektif ketahanan Indonesia terhadap masyarakat global,” kata Irene saat mengunjungi JIPFest 2026 di Gedung Trisno Soemardjo, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Senin (21/9/2026).

Menurut Irene, pemerintah terus mendorong agar talenta fotografi memiliki ruang untuk berkembang, membangun jejaring profesional, serta memperoleh akses yang lebih luas terhadap industri kreatif dan pasar global.

“Kami melihat JIPFest sebagai platform yang dapat mempertemukan berbagai elemen ekosistem ekonomi kreatif. Ke depan, kolaborasi dengan subsektor lain perlu terus diperluas sehingga pengalaman publik semakin kuat sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi fotografer dan pekerja kreatif,” ujarnya.

JIPFest 2026 berlangsung pada 11-20 September dengan mengangkat tema Resilience. Tema tersebut merefleksikan kemampuan manusia dan komunitas untuk bertahan, beradaptasi, serta membangun harapan di tengah berbagai perubahan.
Festival tersebut menghadirkan lebih dari 50 proyek fotografi, instalasi, dan multimedia dari kolaborator yang berasal dari 21 negara. Sebanyak 52 fotografer, seniman, pembicara, dan praktisi lintas disiplin turut mengisi 29 rangkaian program.

Melalui JIPFest Open Call 2026, kurator Chelsea Chua dari Singapura dan Yoppy Pieter dari Indonesia memilih 22 proyek fotografi dari 19 negara. Proses kurasi tersebut dilakukan dari 408 proposal yang dikirimkan praktisi dari 58 negara.
Yoppy mengatakan karya-karya yang terpilih tidak hanya menggambarkan ketangguhan dalam menghadapi persoalan, tetapi juga kemampuan manusia untuk beradaptasi, memulihkan diri, dan terus berkembang.

“Tidak hanya tentang ketangguhan untuk bertahan, karya-karya yang terkurasi juga berbicara tentang kemampuan untuk beradaptasi di tengah perubahan, memulihkan diri, dan terus tumbuh melalui berbagai tantangan,” kata Yoppy.
Data BPS periode Agustus 2025 mencatat subsektor fotografi menyerap 182.432 tenaga kerja. Fotografi juga menjadi subsektor ekonomi kreatif dengan proporsi pekerja Generasi Z tertinggi, yakni 37,69 persen.

JIPFest 2026 kemudian memasuki fase puncak melalui Indonesia Photo Fair (IPF) yang digelar pada 18-20 September 2026 di Galeri Emiria Soenassa dan Galeri S. Sudjojono, Taman Ismail Marzuki.

Mengusung semangat Where Photography Meets Culture, Commerce, and Community, IPF mempertemukan fotografer, penerbit, kolektor, pelaku ekonomi kreatif, komunitas, dan publik. Kegiatan tersebut menjadi ruang yang menghubungkan fotografi dengan kebudayaan sekaligus membuka akses terhadap pasar.

Dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif terhadap JIPFest 2026 juga merupakan tindak lanjut dari audiensi pada 4 Agustus 2026 dalam upaya mendorong fotografer lokal agar semakin mampu menembus pasar global.

error: Content is protected !!