TAJUKREPORTASE COM -MAKASAR – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan daerah melalui Bursa Wirausaha Unggulan (BWU) Sulawesi Selatan 2026 di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Universitas Hasanuddin, Makassar, Senin (21/9).
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan penguatan kewirausahaan menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan pengurangan pengangguran.
Maman menyebut rasio kewirausahaan Indonesia saat ini berada di kisaran 3,2 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 3,6 persen pada 2029 dan 8 persen pada 2045.
“Rasio kewirausahaan adalah indikator untuk mengukur jumlah pengusaha dalam suatu negara. Semakin tinggi rasionya, semakin banyak jumlah pengusaha. Hal ini menunjukkan peningkatan kemajuan ekonomi negara tersebut,” ujar Maman dalam arahannya pada BWU Sulawesi Selatan 2026.
Menurut Maman, peningkatan rasio kewirausahaan harus dibarengi dengan lahirnya pengusaha yang kuat dan tangguh. Hal itu membutuhkan ekosistem kewirausahaan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Salah satu dasar penguatan ekosistem tersebut adalah Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional. Regulasi tersebut menjadi pedoman kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dengan perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga pembiayaan, inkubator, komunitas, serta pemangku kepentingan lainnya.
Dalam BWU Sulawesi Selatan 2026, sebanyak 31 lembaga mitra terlibat untuk menyediakan layanan bagi wirausaha sesuai dengan tahap perkembangan bisnis. Mitra tersebut berasal dari lembaga pembiayaan, inkubator bisnis, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN, perusahaan swasta, platform digital, hingga mitra strategis lainnya.
KUR Rp12,53 Triliun di Sulsel
Penguatan akses pembiayaan menjadi salah satu agenda dalam kegiatan tersebut. Kementerian UMKM menggelar akad massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi 400 UMKM melalui lima penyalur, yakni BPD Sulselbar, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Pegadaian Syariah.
Secara nasional, realisasi KUR 2026 telah mencapai Rp221 triliun kepada 3,44 juta UMKM. Dari total tersebut, penyaluran ke sektor produksi mencapai 65,5 persen atau sekitar Rp145 triliun.
Sementara di Sulawesi Selatan, penyaluran KUR tercatat Rp12,53 triliun kepada 189 ribu UMKM. Sebanyak 73 persen pembiayaan tersebut disalurkan ke sektor produksi.
Maman mengatakan akses pembiayaan perlu diikuti dengan pendampingan dan peningkatan kapasitas agar modal yang diterima pelaku UMKM dapat digunakan secara produktif untuk mengembangkan bisnis.
Kampus Didorong Jadi Pusat Wirausaha
Pelaksanaan BWU di Universitas Hasanuddin juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat peran perguruan tinggi dalam ekosistem kewirausahaan.
Menurut Maman, kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang pembelajaran, tetapi juga dapat menjadi penghubung antara riset, inovasi, talenta mahasiswa, teknologi, dan kebutuhan dunia usaha.
“Kami mendorong kampus sebagai pusat akademik untuk menghasilkan wirausaha hebat Tanah Air dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas usaha,” kata Maman.
Sejumlah lembaga inkubator di Sulawesi Selatan turut mendukung pengembangan kewirausahaan, di antaranya Direktorat Hilirisasi, Komersialisasi, dan Science Techno Park Universitas Hasanuddin, Inkubator UMKM Kota Makassar, Inkubator Bisnis UMKM IKB PPSP IKIP Ujung Pandang, Kalla Institute, Universitas Muslim Indonesia (UMI), serta Inbistek UNDIPA Makassar.
Melalui BWU Sulawesi Selatan 2026, Kementerian UMKM berupaya membangun ekosistem kewirausahaan dari hulu hingga hilir, mulai dari pembiayaan, pendampingan, peningkatan kapasitas, kemitraan, hingga akses pasar.
“Wirausaha harus kita dorong menjadi pengusaha yang siap bersaing di pasar sehingga akhirnya menciptakan lapangan kerja dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia,” tegas Maman.
Sejumlah pelaku usaha juga merasakan manfaat dari penyelenggaraan BWU tersebut.
CEO PT Kalosi Alam Lestari Ade Pratama mengatakan BWU memberikan kesempatan bagi usaha rintisan yang mengembangkan alternatif styrofoam berbahan limbah pertanian untuk memperluas akses kemitraan melalui business pitching dengan calon investor.
“Saya bersyukur UMKM rintisan seperti kami bisa dihadirkan sehingga bisa memperkenalkan produk ke investor untuk menambah value produknya,” kata Ade.
Sementara itu, pendiri Zaini Hijab Makassar A. Tiara Purnama Pertiwi mengatakan fasilitas KUR membantu menambah modal untuk mengembangkan usaha hijab dan kain tenun.
“Lewat KUR ini, usaha saya semakin lancar dan modal bertambah sehingga produk kami bisa semakin dikenal di Sulawesi Selatan bahkan menembus pasar internasional,” ujar Tiara.















