Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Targetkan 340 Ribu Peserta

TAJUKREPORTASE COM -SERANG,BANTENG –  Pemerintah menargetkan Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 dapat menjangkau sekitar 340 ribu peserta. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program tersebut merupakan bagian dari stimulus ekonomi semester II 2026 yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Program ini merupakan arahan Bapak Presiden yang menjadi bagian dari stimulus di semester dua di tahun 2026 yang perlu dijalankan secara efektif, tepat sasaran, dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Airlangga dalam Kick Off Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch IV Tahun 2026 di Kota Serang, Kamis (3/9).

Airlangga mengatakan penguatan pelatihan vokasi diperlukan untuk memastikan pertumbuhan investasi diikuti kesiapan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.
Hingga semester I 2026, realisasi investasi Indonesia mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan (year on year/YoY). Capaian tersebut setara dengan 49,5 persen dari target investasi dan turut menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja secara nasional.

Di sisi lain, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional telah turun menjadi 4,65 persen. Namun, pemerintah masih menghadapi tantangan struktural karena sekitar 67 persen pengangguran berasal dari kelompok generasi muda atau sekitar 4,8 juta orang.

Menurut Airlangga, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pelatihan vokasi untuk mempersempit kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri.

“Jadi Bapak Presiden ingin agar ini skalanya besar termasuk untuk vokasi ini, maka tentu ke depan kita harus memanfaatkan seluruh fasilitas yang dimiliki tidak hanya oleh Pemerintah pusat, Pemerintah daerah, tetapi juga kalangan industri,” katanya.

Selain kebutuhan industri konvensional, perubahan struktur ekonomi juga mendorong munculnya kebutuhan kompetensi baru, terutama pada sektor digital dan ekonomi hijau.

Transisi menuju ekonomi hijau, misalnya, menciptakan kebutuhan terhadap sejumlah profesi baru seperti teknisi panel surya, teknisi turbin, hingga tenaga kerja dengan keterampilan smart farming.

Pemerintah juga mendorong pengembangan pembangkit listrik tenaga surya hingga mencapai 100 gigawatt (GW). Target tersebut akan meningkatkan kebutuhan tenaga kerja serta industri pendukung energi terbarukan.

Saat ini kapasitas listrik nasional berada di kisaran 88 GW, sedangkan kapasitas produksi panel surya nasional telah mendekati 11 GW. Karena itu, pengembangan energi terbarukan dinilai perlu diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan sektor tersebut.

Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 memiliki target sekitar 340 ribu peserta. Sebanyak 70 ribu peserta berasal dari alokasi APBN existing yang telah dirancang sejak tahun sebelumnya, sementara 270 ribu peserta lainnya berasal dari program stimulus ekonomi semester II 2026.

Hingga Agustus 2026, sebanyak 89.337 peserta telah mengikuti pelatihan. Sementara pada Batch IV yang digelar secara serentak, terdapat 12.128 peserta yang mengikuti program pelatihan.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan pelatihan vokasi harus dirancang secara adaptif agar keterampilan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Pelatihan vokasi perlu dirancang secara adaptif agar kompetensi yang diberikan benar-benar relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan jenis pekerjaan,” ujar Haryo.

Ia mengatakan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam pelaksanaan upskilling dan reskilling tenaga kerja.

Menurutnya, peningkatan keterampilan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan pekerja, tetapi juga memperkuat kesiapan menghadapi perubahan teknologi dan transformasi industri.

Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch IV Tahun 2026 turut dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Cris Kuntadi, serta Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah.

Hadir pula Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Sofwan Kurnia, serta Asisten Deputi Peningkatan Produktivitas dan Pengembangan Ekosistem Ketenagakerjaan Kemnaker Chairul Saleh

error: Content is protected !!