Fri. Oct 30th, 2020

Sikapi Keluhan Pelanggan, Dirut PDAM Tirta Wajo Turun Langsung

3 min read
Bagikan Berita

1,124 total views, 4 views today

 

Tajukreportase.com, Wajo-Sulsel – Tidak seperti biasanya, setiap keluhan pelanggan terkait gangguan teknis distribusi air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), seharusnya di tindak lanjuti oleh bagian teknis atau gangguan.

Namun, lain bagi Andi Dedhy Ahmad Iqbal SH, selaku Direktur Utama PDAM Tirta Kabupaten Wajo Propinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), menganggap suatu hal yang lumrah terjadi ketika seorang Direktur harus turun tangan langsung dalam kondisi tertentu.

Menurut Andi Dedhy, setiap keluhan atau tindakan pasti ada hikmah. “Seperti hari ini, setelah melakukan kroscek di lokasi karena adanya keluhan pelanggan, akhirnya ketahuan sumber masalahnya. Setidaknya ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat, khususnya pada pelanggan PDAM,” tutur Andi Dedhy,

Kedatangannya bersama dengan jajaranya turun langsung melakukan survey dan pertemuan langsung dengan warga karena adanya keluhan seorang warga Atakkae, khususnya warga perumahan Grand Hill terhadap keluhan pelanggan terkait gangguan masalah distribusi air di Mesjid Taqwa Grand Hill Atakkae, Sabtu (17/10/2020).

Salah satu warga bernama Idris mengatakan, bahwa kendala yang dialami warga setempat, khususnya bagi pelanggan PDAM Wajo, rata-rata soal distrubusi aliran air pelanggan yang masih  jauh dari kata maksimal, karena selama ini masih kerap terkendala soal aliran pelanggan yang belum mampu berjalan normal apalagi sampai 24 jam nonstop.

“Khusus untuk daerah Grand Hill Atakkae itu, biasanya secara bergantian dalam satu hari, contoh misalnya setiap hari blok A yang dapat jatah aliran air, itu besoknya mati lagi dan berpindah jatah untuk blok lainya dan seterusnya bergantian untuk dapatkan jatah aliran air dan kalau pun itu sudah jatah giliran, terkadang warga hanya mendapatkan aliran air yang hanya beberapa jam saja, karena harus menunggu dulu semuanya teraliri bagian rumah warga yang dibawah baru bisa bagian diatas,” ujar Idris.

“Saya juga tekankan hal tersebut diatas dan berharap kedepanya agar permasalahan keluhan warga ini bisa secepatnya solusi kongkrit yang bisa diberikan pihak PDAM Wajo, supaya nantinya warga masyarakat bisa menikmati layanan air sesuai harapan para warga,” sambung Idris.

Direktur Utama PDAM Tirta Kabupaten Wajo, Andi Dedhy Ahmad Iqbal, SH., dalam pertemuan langsung dengan warga tersebut, dalam menanggapi masukan dan kendala serta keluhan warga mengatakan, untuk itu sebagai Dirut yang baru PDAM Wajo, Ia akan berbenah dan melakukan upaya serta langkah-langkah kongkrit untuk mengatasi masalah air bersih ini, agar bisa rutin mengalir 24 jam nonstop,  sehingga pemenuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi.

“Salah satu langkah yang akan dilakukan, yakni dengan melakukan upaya penambahan kapasitas untuk produksi serta pembenahan infrastruktur air guna menunjang kelancaran air nantinya,” ucapnya.

“Nantinya kita akan tambah kapasitas serta pembenahan untuk instalasi pengolahan air bersih dan juga pompa serta lain-lainnya yang terkait jaringan untuk pengolahan air bersih ini,” sambungnya.

Pasalnya, jumlah total pelanggan PDAM saat ini yang mencapai 18.500 lebih pelanggan itu dianggap sudah tidak seimbang dengan kapasitas produksi yang hanya capai 250 liter/detik untuk 8 kecamatan yakni antaranya Kecamatan Tempe, Sabbangparu, Pammana, Bola, Tanasitolo, Pitumpanua, Keera dan Belawa.

“Nah ini yang perlu sekarang kita tingkatkan produksinya agar bisa terwujud dan bisa seimbang serta dapat mengalir 24 jam nonstop, ideal kalau itu sudah capai 450 liter/detik,” terangnya

Selain itu, kita juga perlu tingkatkan kapasitas produksi. Kedepan, adanya penambahan mesin dan pembenahan instalasi-instalasi yang ada dengan jaringan saat ini.

Namun, disisi lain kita masih ada kendala akan program ini, karena untuk saat ini membutuhkan anggaran besar, namun dalam waktu dekat ini, kami usahakan untuk mengusulkan ke pusat dan juga bantuan akan kami upayakan, supaya bisa mendapatkan dana hibah serta coba jajaki kementrian PUPR pusat.

“Kita akan coba usulkan dan maksimalkan untuk tiga IKK masuk wilayah kota yaitu IKK Tempe, Pammana dan Tanasitolo dengan estimasi sekitar kurang lebih 20 milliar dan bila ini terwujud, kami dapat pastikan dan menjamin ketersediaan dalam kota secara 24 jam nonstop dan juga sebagai jawaban atas apa yang selama ini menjadi keluhan, kendala dan harapan warga serta masyarakat Wajo pada umumnya,” tegas Dirut PDAM Wajo.

Editor : hy/hdy/ar

Publish : Hendy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 1 =